
EFEKTIF: M. Tamhid Assiddiqi diapit Zidan Rafidin (kiri) dan Rahmad Taqiyuddin saat belajar Alquran.
UJIAN selalu menjadi momok bagi para siswa. Hidup mereka seolah-olah bergantung pada hasil tes tersebut. Jika lulus, mereka berhasil melewati satu tahap dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Namun, jika tidak lulus, mereka akan merasa gagal. Perasaan malu terhadap teman dan takut dimarahi orang tua sudah membayangi, bahkan sebelum tes dimulai.
Sebagai koordinator Alquran, M. Tamhid Assiddiqi sering menjumpai hal-hal tersebut. Siswa tegang menghadapi ujian. Apalagi bagi siswa yang bermasalah dengan kepercayaan diri. Membuka halaman per halaman kitab dengan tangan gemetaran.
Melihat hal tersebut, Diqi berupaya mencairkan suasana. Misalnya, dengan menanyakan kabar, sudah makan atau belum, atau hal-hal lain agar siswa tidak tegang. ”Pokoknya di-slimur (dialihkan, Red) dulu. Kalau sudah tenang, baru diajak ngaji,” tuturnya.
Hal tersulit bagi Diqi adalah menyampaikan ketidaklulusan kepada siswa. Sebagai seorang guru, Diqi harus mengerti kondisi psikologis masing-masing siswa. Misalnya, menghadapi siswa yang lugas dan pemberani. Jika dia gagal menyelesaikan ujian, Diqi tidak segan mengatakan bahwa siswanya itu tidak lulus dan harus mengulang. Lain halnya jika yang dihadapi kelompok siswa yang cukup pendiam dan kurang percaya diri. Guru 29 tahun tersebut harus memutar otak agar yang disampaikannya tidak membuat siswanya berkecil hati.
Biasanya Diqi memotivasi siswanya dulu. Misalnya, memberikan pengertian bahwa pencapaian yang telah diraih siswa tersebut sudah bagus. Tidak banyak yang bisa mencapainya. Kadang Diqi juga memberikan contoh ada siswa lain yang tidak lulus, tapi tetap semangat belajar. ”Pokoknya bagaimana caranya membuat siswa itu kembali ke kelas dengan tetap PD (percaya diri, Red) meski belum lulus ujian,” terangnya.
Hal tersebut dilakukan Diqi berdasar pengalaman pribadinya menghadapi siswa yang minder. Kala itu, siswanya tidak lulus dan Diqi langsung menyampaikan vonis tanpa memberikan kata-kata motivasi. Hasilnya, siswa tersebut terisak di depan pintu ruangannya dan tidak mau kembali ke kelas. ”Sejak saat itu, saya selalu nyelimur sebelum memvonis tidak lulus. Hehehe,” kenangnya. (ant/c7/nda/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
