
Jafri Sastra mengevaluasi komunikasi dan disiplin transisi para pemain Mitra Kukar.
JawaPos.com - Misi Mitra Kukar menuju babak perempat final Piala Presiden 2017 dipastikan menemui jalan terjal. Persipura akan menjadi lawan terakhir yang harus dihadapi. Meski gagal tampil menawan dalam dua partai sebelumnya, tim Mutiara Hitam dipastikan ngotot dan ingin meraih satu kemenangan untuk menjaga asa lolos.
Sejauh ini Naga Mekes memang masih memuncaki klasemen sementara di Grup 1 dengan empat poin. Sementara di posisi kedua Gresik United membuntuti dengan tiga angka.
Urutan ketiga dan empat menjadi milik PSS Sleman dan Persipura. Masing-masing mengoleksi dua dan satu poin. Menilik tipisnya jumlah poin keempat tim, persaingan lolos ke perempatfinal masih terbuka untuk semua tim.
Satu-satunya pilihan bagi tim Kota Raja untuk mengamankan tiket delapan besar adalah memenangi laga pamungkas 15 Februari nanti. Dengan demikian, skuad Jafri Sastra akan lolos sebagai juara Grup 1. Sayangnya, untuk menang lawan Boaz Solossa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai mantan jawara Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Persipura tentu tidak akan mengalah begitu saja.
Untuk itu, Jafri Sastra berharap, agar timnya bisa melupakan nama besar calon lawan. Bermain fokus dan disiplin menjadi kunci untuk bisa menaklukkan skuad asuhan Angel Vera itu.
Terpenting, pelatih berdarah Minang itu berharap agar pemainnya tidak bermain seperti 55 menit pertama lawan PSS Sleman, Kamis (9/2) lalu. Saat itu, Mitra Kukar dinilai terbawa arus permainan tuan rumah yang mengandalkan umpan jauh dan serangan balik.
“Kita sudah melewati dua pertandingan, tentu ada banyak evaluasi di semua lini. Terlebih, komunikasi dan disiplin transisi harus berjalan baik jika ingin memberikan tekanan lebih pada Persipura,” beber pelatih asal Padang, Sumatra Barat itu.
Memiliki waktu efektif selama dua hari ke depan, pelatih 51 tahun itu berharap agar bisa dimaksimalkan sepenuhnya oleh anak-anak Tenggarong.
“Sebelum berbicara kekuatan Persipura, saya ingin fokus dulu dengan kekuatan tim sendiri. Untuk siapa yang akan diturunkan, kita akan lihat siapa yang paling siap. Jika harus ada rotasi, maka akan dilakukan,” pungkas ayah dua anak itu. (don/is/k18/ira/JPG)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
