Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 06.22 WIB

Anak-anak Punk ini Panik ketika Melihat Dua Mayat Terapung

Masyarakat menyaksikan dua mayat di selokan kawasan persawahan. Mayat korban (inset) - Image

Masyarakat menyaksikan dua mayat di selokan kawasan persawahan. Mayat korban (inset)

JawaPos.com - Dua mayat pemuda ditemukan tewas mengambang di parit persawahan Jalan Raya Dusun/Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 08.30, Minggu pagi (12/2). Data di lapangan menyebutkan, dua mayat tersebut bernama Edi purwanto bin Tompo, 25, warga Dusun Ngrayung, Desa Segunung Kec. Dlanggu, dia merupakan karyawan sebuah pabrik di Sidoarjo. Sedangkan, satu korban lainnya adalah M. Soleh, 20, asal Dusun Ngrayung, Desa Segunung Kecamatan Dlanggu, berprofesi sebagai tukang las.Saat ditemukan merekan sama-sama mengenakan kaos bertuliskan Saudara New Pallapa


Hingga kini belum diketahui penyebab kematian keduanya. Namun, polisi menyebutkan, saat ditemukan, pada bagian kepala  kedua korban  terdapat bekas benturan benda tumpul ”Penyebab tewasnya dua korban ini belum jelas.Tapi memang ada luka-luka, bekas benturan benda tumpul,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.


Kedua mayat korban dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk mengungkap penyebab tewasnya dua pemuda tersebut. Apakah akibat pembunuhan dengan penganiayaan atau karena penyebab lain. ”Belum mengarah ke sana (pembunuhan, Red). Masih misterius. Makanya akan divisum dulu di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur,” tegas Budi.


Pantauan di lokasi atau di depan SMPN 1 Dlanggu, korban pertama terlihat dalam kondisi telungkup di parit dengan kepala menghadap ke utara. Korban memakai celana pendek jeans warna hitam, dan kaus hitam di punggungnya bertuliskan Saudara New Pallapa.


Sementara mayat ke dua dalam kondisi telentang dengan kepala menghadap selatan, berjarak hanya beberapa sentimeter dengan kepala korban pertama. Korban kedua ini memakai kemeja hitam, kaus dalam biru, dan celana pendek jeans warna biru. 


Kedua mayat ditemukan komunitas anak punk melintas di sekitar lokasi. Yaitu ketika salah seorang dari mereka hendak kencing  di sekitar parit. Anak Punk itu kemudian dikejutkan dengan dua mayat  mengambang dengan posisi saling berdekatan. Salah satu di antaranya terlihat mengenakan kaus hitam bertuliskan Sahabat New Pallapa (NSP) di bagian punggung.


”Sewaktu saya jaga di SMPN 1 Dlanggu dan sedang bersih-bersih di taman, tiba-tiba ada sekelompok anak punk asal Surabaya berteriak-teriak. Bahwa ada orang meninggal di sungai (parit persawahan, Red),” ungkap Suntawan, 33, penjaga SMPN 1 Dlanggu, asal Dusun/Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.


Mendengar teriakan itu, Suntawan kemudian mendatangi segerombolan anak punk sekaligus memastikan kabar adanya dua mayat di selokan parit. ”Saat itu saya mengajak Hadi (pemilik warung dan bengkel sepeda), untuk mendatangi lokasi,” paparnya.


Dan memang benar, keduanya melihat dua mayat mengambang di lokasi yang kondisi pakaiannya masih lengkap. ”Tapi, saya tidak melihat ada bekas atau tanda-tanda orang berkelahi,” paparnya.


Salah satu anak punk, Moh. Yudha, 15, mengungkapkan, dia yang kali pertama menemukan dua mayat korban di lokasi. Dia menceritakan, saat itu, dia bersama 18 anak punk asal Surabaya menumpang mobil pikap dari simpang tiga Pasar Dlanggu hendak menuju kawasan objek Wanawisata Air Panas Padusan Pacet.


Namun, dalam perjalanannya, mobil yang mereka tumpangi berbelok ke Desa Mojokarang. ”Sehingga saya bersama teman-teman turun, dan mencari tumpangan lagi,” ujar remaja asal Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya ini.


Nah, pada saat temannya mencari tumpangan lagi, dia melangkah ke parit tidak jauh dari Jalan Raya Dusun/Segunung, Kecamatan Dlanggu, untuk buang air kecil. ”Di situ saya melihat di sungai ada dua mayat,” tandasnya. Yudha lantas berteriak dan memanggil teman-temannya.


Mereka kemudian berkumpul dan berlari menuju Dusun Mojo, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu, untuk memberitahukan kepada warga. ”Tak lama warga langsung berdatangan melihat dua mayat itu,” tandas Yudha.(ris/mik-JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore