Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 06.13 WIB

Jogja Hip Hop Foundation Apresiasi Mocosik 2017

Jogja Hip Hop Foundation tampil di Mocosik 2017 di Yogyakarta, Minggu (12/2). - Image

Jogja Hip Hop Foundation tampil di Mocosik 2017 di Yogyakarta, Minggu (12/2).

JawaPos.com - Grup, Jogja Hip Hop Foundation tampil seru dalam festival Mocosik 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (12/2) malam. Kelopok ini menghibur pengunjung dengan lagu-lagu andalan yang begitu modern. Beat urban khas hip-hop dipadu dengan bahasa Jawa para vokalis.

Dibuka dengan lagu Sedulur, Jogja Hip Hop Foundation langsung mengajak penonton Mocosik 2017 untuk berinteraksi lewat goyangan. Berikutnya lagu lain dibawakan secara marathon seperti Rep Kedhep, Jaman Edan
Ngelmu Pring, Ora cucul, dan Gangsta Gapi.

Dalam penampilannya, Jogja Hip Hop Foundation menyampaikan respons positif atas terlaksananya festival Mocosik 2017. Menurut personel, Kill the DJ, acara ini sangat bermanfaat karena mengangkat konsep festival buku dipadu musik.

"Ini acara yang sangat penting bagi Yogyakarta. Di sini banyak penulis, dan percetakan tapi tidak ada festival yang mendukung selama ini," kata Kill the DJ di panggung Mocosik 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (12/2) malam. "Mocosic harus menjadi event tahunan. Dan semakin besar ke depannya," imbuhnya.

Pada sesi jeda di tiap lagu, Kill the DJ mengungkapkan betapa pentingnya buku bagi Jogja Hip Hop Foundation. Dia mengatakan grup itu selalu menjadikan buku sebagai ide awal menggarap lirik lagu. "Kita butuh buku. Kita bikin lirik terinspirasi dari buku," ujarnya.

Penampilan Jogja Hip Hop Foundation dalam Mocosik 2017 diakhiri dengan menu penutup Suwukan, Topi Miring, dan Jogja Istimewa.

Festival Mocosik 2017 mengedepankan konsep berbeda dalam penyelenggaraannya. Acara ini menggabungkan festival buku dan festival musik secara bersamaan.

Uniknya, tiket masuk Mocosik 2017 dapat diperoleh dengan membeli buku. Penonton bebas memilih satu di antara seratus judul buku untuk dibeli. Harga buku yang dijual pun hanya Rp 50 ribu. Setelah membeli buku, penonton bisa memperoleh tiket masuk untuk menonton festival musik.

Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali Indonesia Communication sebagai penyelenggara mengatakan bahwa Mocosik 2017 memang sengaja memadukan kultur membaca buku dengan mendengar musik. Oleh sebab itu tiket masuk untuk menonton musik dijual lewat pembelian buku.

"Tujuan kita agar budaya membaca buku itu bangkit kembali. Soalnya anak muda sekarang kayaknya heboh di media sosial atau gadget," jelas Anas Syahrul Alimi.

Festival Mocosik 2017 diadakan selama tiga hari yakni 12, 13, dan 14 Februari 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. (ded/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore