
Jogja Hip Hop Foundation tampil di Mocosik 2017 di Yogyakarta, Minggu (12/2).
JawaPos.com - Grup, Jogja Hip Hop Foundation tampil seru dalam festival Mocosik 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (12/2) malam. Kelopok ini menghibur pengunjung dengan lagu-lagu andalan yang begitu modern. Beat urban khas hip-hop dipadu dengan bahasa Jawa para vokalis.
Dibuka dengan lagu Sedulur, Jogja Hip Hop Foundation langsung mengajak penonton Mocosik 2017 untuk berinteraksi lewat goyangan. Berikutnya lagu lain dibawakan secara marathon seperti Rep Kedhep, Jaman Edan
Ngelmu Pring, Ora cucul, dan Gangsta Gapi.
Dalam penampilannya, Jogja Hip Hop Foundation menyampaikan respons positif atas terlaksananya festival Mocosik 2017. Menurut personel, Kill the DJ, acara ini sangat bermanfaat karena mengangkat konsep festival buku dipadu musik.
"Ini acara yang sangat penting bagi Yogyakarta. Di sini banyak penulis, dan percetakan tapi tidak ada festival yang mendukung selama ini," kata Kill the DJ di panggung Mocosik 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (12/2) malam. "Mocosic harus menjadi event tahunan. Dan semakin besar ke depannya," imbuhnya.
Pada sesi jeda di tiap lagu, Kill the DJ mengungkapkan betapa pentingnya buku bagi Jogja Hip Hop Foundation. Dia mengatakan grup itu selalu menjadikan buku sebagai ide awal menggarap lirik lagu. "Kita butuh buku. Kita bikin lirik terinspirasi dari buku," ujarnya.
Penampilan Jogja Hip Hop Foundation dalam Mocosik 2017 diakhiri dengan menu penutup Suwukan, Topi Miring, dan Jogja Istimewa.
Festival Mocosik 2017 mengedepankan konsep berbeda dalam penyelenggaraannya. Acara ini menggabungkan festival buku dan festival musik secara bersamaan.
Uniknya, tiket masuk Mocosik 2017 dapat diperoleh dengan membeli buku. Penonton bebas memilih satu di antara seratus judul buku untuk dibeli. Harga buku yang dijual pun hanya Rp 50 ribu. Setelah membeli buku, penonton bisa memperoleh tiket masuk untuk menonton festival musik.
Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali Indonesia Communication sebagai penyelenggara mengatakan bahwa Mocosik 2017 memang sengaja memadukan kultur membaca buku dengan mendengar musik. Oleh sebab itu tiket masuk untuk menonton musik dijual lewat pembelian buku.
"Tujuan kita agar budaya membaca buku itu bangkit kembali. Soalnya anak muda sekarang kayaknya heboh di media sosial atau gadget," jelas Anas Syahrul Alimi.
Festival Mocosik 2017 diadakan selama tiga hari yakni 12, 13, dan 14 Februari 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. (ded/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
