Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 05.43 WIB

Semangat Duta Perdamaian Internasional Bangun Kewirausahaan Sosial

Gloria Morgen - Image

Gloria Morgen

JawaPos.com – Semangat Gloria Morgen, Duta Perdamaian Internasional oleh Eubios Ethics Institute dan International Peace and Development Ethics Centre (IPDCE) 2015 di Thailand begitu besar untuk memajukan perekonomian pedesaan.

Anak muda yang lahir di Palembang, 10 November 1991 ini merupakan lulusan Universitas Katolik Parahyangan Bandung jurusan teknik kimia. Latar belakang pendidikan Gloria memang tidak berhubungan dengan karir yang ditempuhnya di dunia sosial

Kecintaan Gloria kepada masyarakat kurang mampu membuatnya meraih segudang prestasi. Gloria bahkan mendapatkan undangan resmi dari Kedutaan Besar Amerika untuk mengikuti Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika pada Maret-April 2017. Gloria telah memenangkan berbagai kompetisi sosial bisnis, menjadi delegasi di berbagai konferensi, mendapatkan penghargaan nasional dan internasional.

Warga Jakarta Utara ini memang memiliki kecintaan untuk berbagi dengan orang lain. Lewat organisasi sosial yang dibangun bersama teman-temannya, Gloria memberikan dampak positif melalui Glow for Indonesia, organisasi sosial yang dibentuknya sejak 28 Oktober 2012. Lewat organisasi itu, Gloria bersama teman-teman kuliahnya saat masih duduk di bangku kuliah membantu sebuah desa di Jawa Barat yaitu Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Caranya dengan budidaya ternak lele untuk memiliki nilai ekonomis dijual ke pasar atau diolah menjadi abon lele, pecel lele, nugget lele, dan produk olahan lainnya. Menurut Gloria, semuanya berkat kerja keras dan mimpi. Saat itu dia berpikir apa yang bisa diberikan oleh anak muda di luar perkuliahan.

“Kami berlima bikin gerakan bantuin desa yang dekat kampus. Awalnya hanya patungan dengan teman-teman membantu desa ada 7 kepala keluarga. Lalu saat sudah berdiri, kami ikut kompetisi dan mendapatkan modal untuk membangun desa itu,” ungkap Gloria.

Hingga saat ini perekonomian di desa itu masih bergeliat. Gloria bersama teman-temannya menuntun warga di tahap awal hingga menjadi mandiri. Mereka bekerjasama dengan para peternak yang sudah mengerti dan Dinas Perikanan setempat.

“Warga sadar budidaya itu menguntungkan. Sebelum kita datang, ada mahasiswa lain bantu mereka. Tapi enggak dituntun, hanya dimodalin saja sehingga gagal. Warga masih penasaran, kita bantu dengan otodidak. Kami enggak ada bakat sama sekali, hanya belajar lewat buku dan dibantu pihak terkait,” tuturnya.

Gloria bersama organisasi sosialnya masih berlanjut mengerjakan berbagai proyek selanjutnya. Dia berharap seluruh anak muda dapat menularkan energi positif. “Sukanya pasti ketika kita menolong orang malah kita yang bahagia jadi belajar bersyukur. Dukanya, banyak orang yang tak seberuntung kita. Kadang masih ada yang kurang menghargai meski sudah dibantu. Jadilah seseorang yang bisa memberikan sesuatu bagi sekitar,” tegasnya.

Selain Duta Perdamaian Internasional, Gloria merupakan Delegasi Indonesia pada Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika Serikat pada tahun 2017. Dia adalah peraih apresiasi International Inspiring Youth 2017 di China oleh United Nations-HABITAT serta Top 32 Anak Muda Inspirasional di Indonesia oleh United Nations Population Fund (UNFPA) 2015.

Gloria juga mendapatkan undangan resmi ke Istana Negara Indonesia, penyampai pidato pada Kongres Pemuda 2016 di MPR-Indonesia dan mendapatkan undangan resmi dari Datuk Stella Chin sekaligus Milioner yang mendunia, untuk mengunjungi perusahaannya di Malaysia tahun 2016. Banyak pula segudang prestasi Gloria lainnya di bidang sosial. Berbagi pengetahuan di berbagai seminar atau konferensi, menjadi salah satu kegiatan yang disukai oleh Gloria. Gloria juga sering menjadi pembicara di konferensi internasional.

Gloria juga menulis buku. Buku pertamanya berjudul “Untold Stories of College Life”, telah terbit sejak Oktober 2015. Buku ini bercerita mengalami pelajaran hidup selama masa kuliah dan penemuan jati diri yang diceritakan dalam bentuk fiksi. Cerita pengalaman Gloria dalam memberikan dampak positif pun telah diangkat dalam penerbitan buku secara internasional dengan judul “Investing in Young People” oleh UNFPA, yang terbit sejak Agustus 2015. Pada Bulan November 2016, Gloria baru saja meluncurkan buku berjudul “Unstoppable Hopes”. “Buku ini merupakan sebuah guide book bagi mereka yang salah mengambil jurusan kuliah, agar memperoleh hidup yang maksimal, bercerita tentang diri saya,” tutup Gloria. (cr1/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore