
Ilustrasi
JawaPos.com – Kasus prostitusi online mulai digarap. Penyidik Subdit IV PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi melakukan penyidikan dengan memeriksa mucikari berinisial S (30).
Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.“Masih penyidikan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar AKBP Kuswahyudi Tresnadi seperti ditulis Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (12/2).
Lebih lanjut mantan Kapolres Tanjab Barat ini menjelaskan, anggota juga masih melakukan pencarian terhadap korban lain. “Tersangka ngakunya ada 23 perempuan yang jadi korban. Tapi Dia sudah sejak lama beraksi. Kita masih lakukan pencarian korban,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, 2 Februari 2017, anggota Subdit IV PPA menangkap mucikari berinisial S (30) di salah satu hotel yang berlokasi di kawasan Thehok, Kota Jambi.
Tersangka dibekuk saat menerima fee dari pria hidung belang. Bersamaan dengan itu, anggota juga menggiring tiga wanita cantik berinisial TNL (22), R (30) dan TTL (20). Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti uang tunai dan alat kontrasepsi. (pds/nas/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
