
PANAS: Situasi Paris, Prancis saat kerusuhan.
JawaPos.com – City of Love memanas. Kota Paris yang terkenal dengan romantismenya itu sepertinya tidak sedang penuh cinta. Kerusahan terjadi di berbagai sudut kota. Hal tersebut dipicu dari insiden “pemerkosaan” yang dilakukan polisi oleh pemuda berusia 22 tahun.
Demonstrasi damai untuk mengutuk insiden kekerasan seksual itu berubah menjadi bentrokan ketika sekelompok orang melempari rudal buatan kepada polisi. Sebuah mobil terbakar, toko-toko di jarah, dan kerusuhan antara polisi dan demonstran tidak terhindari lagi.
Ini adalah insiden kerusuhan dan kekerasan terakhir setelah Paris beberapa kali mengalami insiden serupa. Polisi pun disiagakan dan kondisi darurat di berlakukan demi menghindari kerusuhan yang meluas.
Kerusuhan itu dipicu pada insiden kekerasan seksual yang terjadi pada seorang tersangka berusia 22 tahun. Peristiwa terjadi pada Kamis (9/2). Korban mengaku dilecehkan oleh polisi di Aulnay-sous-Bois luar Paris. Dalam kejadian itu, seorang polisi sudah mendapat tuntutan “pemerkosaan” setelah memasukkan tongkat polisinya kedalam anus korban. Akibat kejadian itu tongkat sepanjang 10 sentimeter masuk kedalam anus korban.
Seorang polisi mengatakan sebenarnya itu kecelakaan dan tidak benar-benar penyiksaan. Katanya, celana panjang korban turun sendiri dan tongkat polisi itu secara tidak sengaja masuk ke anus korban. Saat di wawancarai salah satu stasiun TV korban menggambarkan kejadian yang menimpanya. ”Saya melihatnya dengan tongkat itu. Dia memasukkannya ke dalam bokong saya dengan sengaja. Saya langsung terjatuh, saya tidak punya kekuatan,” kata korban.
Atas insiden itu, korban harus menjalani operasi di RS dan bahkan Presiden Prancis Francois Hollande menjenguknya.
Kerusuhan di Paris terjadi setelah video mengenai insiden itu tersebar di media. 17 orang sudah ditangkap setelah kerusuhan pada awal pecan ini. Dalam kerusuhan Sabtu (11/2) malam, 28 ditangkap. ”Mohon tenang dan bersabar sampai penyelidikan atas kasus kekerasan ini selesai dilaksanakan. Hukum akan dijalankan,” kata Hollande. (Daily Mail/BBC/CNN/tia)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
