
Ilustrasi
JawaPos.com – Kabupaten Bogor belum sepenuhnya mampu menampung Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). UNBK di Kabupaten Bogor hanya mampu diikuti sebanyak 144 SMP, dari total 616 SMP yang menggelar UN. Artinya, hanya 15.939 siswa yang tahun ini UN menggunakan komputer, atau 26 persen dari total keseluruhan 61.218 siswa SMP di Kabupaten Bogor yang mengikuti UN.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Tb. A. Luthfi Syam, mengatakan, sisa dari mereka yang tidak mengikuti UNBK, tetap mengikuti ujian secara reguler, yakni Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).
“Tapi perlu diingat, 26 persen ini, populasinya berapa banyak. Karena 26 persen buat Kabupaten Bogor itu hampir sama 100 persen buat sebuah kota. Populasi yang ikut UN kita 60 ribu lebih, yang bisa ikut UNBK diatas 15 ribu,” papar Luthfi.
Minimnya angka peserta UNBK ini, sambung Luthfi tak lepas dari keputusan awal Mendikbud saat itu, yakni Anies Baswedan, yang mengumumkan bahwasanya UNBK bisa dilakukan sebanyak dua gelombang. Namun ternyata, belakangan diubah menjadi hanya satu gelombang.
Padahal semisalnya betul dua gelombang dengan masing-masing gelombang terdiri dari tiga shift, mungkin angka pelajar Kabupaten Bogor yang mengikuti UNBK bisa di atas 50 persen. Sebab, meski melakukan share resource dengan SMA/ SMK, jarak sekolah itu jauh-jauh.
"Belum lagi dengan harus membiasakan anak agar tidak grogi. Kan persoalannya bukan hanya berapa anak yang ikut UNBK. Tetapi kita mau juga kemampuan anak betul terbaca secara real, jangan gara-gara grogi, gara-gara baru datang ke sekolah itu buyar,” ungkapnya.
Dikatakan Luthfi, kini seorang anak akan lulus jika mengikuti tiga ujian. Pertama yakni ujian sekolah, UNBK atau UNKP lalu ujian sekolah berbasis nasional. April sedianya sudah dimulai rangkaian ujian akhir, tapi persiapannya sudah dimulai sedari beberapa bulan yang lalu. “Rencana persiapan bahwa kami berkirim surat dengan DPRD agar ada upaya dengar pendapat,” katanya.
Luthfie mengaku sempat memiliki peluang untuk memanfaatkan anggaran, tetapi APBD sudah rampung. Mencari jalan lain pun dilakukan, salah satunya dengan upaya menyuarakan suara ke Kementerian juga Mendikbud.
“Berkirim surat ke Kemendagri ini kan dalam kondisi darurat soal UNBK. Kalau ada surat dari Kemendagri, kawan-kawan kita di anggaran siap membantu, kalau seperti itu akan lebih banyak lagi sekolah yang ikut UNBK,” tandasnya. (wil/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
