
Ilustrasi
JawaPos.com - Sedikitnya 20 kepala keluarga (KK) atau 200 orang harus meninggalkan tempat tinggal mereka di Dusun Jatimulya, RT 01 RW 04 Desa Sukaharja. Hal ini akibat adanya pergeseran tanah yang menyebabkan ambruknya rumah mereka.
"Mereka yang rumahnya sudah rusak dan ambruk kini tinggal di keluarganya masing-masing. Kurang lebih ada 20 KK atau 200 orang," ungkap Kepala Dusun Jatimulya, Suhendar, Jumat (10/2).
Suhendar menyebutkan, pergeseran tanah tersebut kurang lebih memanjang sekitar 200 meter dari bantaran sungai Citarum. "Di sini bukan karena erosi. Soalnya jarak Citarum kepemukiman tidak dekat. Justru tanah itu bergeser seperti amblas ke bawah. Malahan seperti ada sekat ketinggian, tanahnya terbelah," ucapnya.
Sementara itu, warga setempat Apandi menyatakan, kejadian pergeseran tanah di tempat tinggalnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya retakan tanah yang membelah terus bertambah. "Saya sendiri sudah buat dapur itu empat kali. Karena retakannya terus nambah, baru semalam juga semakin melebar," ucapnya.
Apandi mengatakan kejadian bermula setelah adanya proyek pengerukan bantaran sungai Citarum. Kemudian seharusnya tanah yang dikeruk dijual oleh aparat desa setempat. Kemudian tanah mulai bergerak dan seperti amblas yang akibatnya menghancurkan sejumlah rumah.
Di tempat terpisah, Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Unang Komara menegaskan, kasus pergeseran tanah di Dusun Jatimulya terjadi sejak tahun 2011. Saat itu dampaknya belum begitu dirasakan warga. Kemudian pada tahun 2016, pergeseran tanah kembali terjadi. Peristiwa tersebut mulai merusak rumah mereka. Sementara pergeseran tanah kali ini, sebagian rumah warga ambruk.
"Kita akan melaporkan hal ini kepada pimpinan. Selanjutnya berkoordinasi dengan akademisi untuk melakukan penelitian pergeseran tanah disebabkan oleh apa, dan selanjutnya kita akan minimalisir pergerakan tanah melalui kerjasama dengan dinas pekerjaan umum," pungkasnya. (use/din/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
