Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 15.44 WIB

Gempa dan Banjir Landa Sejumlah Daerah

Sejumlah warga saling membantu saat menyeberangi jembatan darurat yang dibuat setelah jembatan utama roboh diterjang banjir di Desa Sambelia, Lombok Timur, Sabtu (11/2) - Image

Sejumlah warga saling membantu saat menyeberangi jembatan darurat yang dibuat setelah jembatan utama roboh diterjang banjir di Desa Sambelia, Lombok Timur, Sabtu (11/2)

JawaPos.com - Masyarakat Kabupaten Deli Serdang kemarin (11/2) dikagetkan dengan guncangan gempa. Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa berkekuatan 4,2 skala Richter (SR) itu terjadi di daratan dengan kedalaman 10 km. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Edison Kurniawan menuturkan, pusat gempa berada di 21 km barat daya Kabupaten Deli Serdang. "Tepatnya 11,7 km barat laut Panatapan Doulu, Berastagi, Karo," katanya. Berdasar analisis guncangan, gempa itu dirasakan di Berastagi dan Sibolangit dengan skala III-IV MMI.

"Masyarakat melaporkan, rumah mereka seperti dilewati truk besar," jelasnya. Berdasar hasil observasi BBMKG Wilayah I Medan, gempa bumi kemarin berada persis di lokasi gempa serupa 16 Januari lalu yang berkekuatan 5,6 SR. Menurut Edison, gempa bumi kemarin terjadi karena aktivitas sesar aktif normal. Dia bersyukur, meskipun pusat gempa berada di daratan, kekuatannya tidak terlalu besar. Pihak BMKG memprediksi gempa itu tidak mengakibatkan kerusakan bangunan fisik.

Edison mengimbau masyarakat tetap tenang. Selain itu, masyarakat harus mengikuti instruksi badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. Khusus untuk masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, Edison mengatakan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami. 

Sementara itu, Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, guncangan yang melanda wilayah Berastagi dan sekitarnya itu memang terasa kuat. Sebab, sedimen-sedimen di sekitar wilayah tersebut cukup berumur dan mengalami pelapukan. Dia menjelaskan, petugas BPBD sudah diminta untuk memberikan arahan serta informasi kepada masyarakat di wilayah yang terdampak. Pihaknya memperkirakan adanya gempa susulan, tapi dalam skala yang lebih kecil. "Yang jelas, gempa ini tidak akan memicu tsunami," tegasnya. 

Banjir Terus Menyebar 

Selain gempa, bencana seperti banjir pun terus menyapu beberapa daerah di Indonesia. Misalnya banjir di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Setidaknya 40.291 jiwa di tujuh kecamatan terdampak banjir yang terjadi mulai Senin (6/2) sampai Sabtu (11/2) tersebut. Banjir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir itu masih menggenang setinggi 30-70 cm. 

"Untuk lima kecamatan lainnya sudah berangsur surut. Namun, itu juga fluktuatif jika terjadi hujan deras lagi," ungkapnya.

Karena kondisi tersebut, pengungsi sering bolak-balik ke rumah dan tempat pengungsian. Sedangkan pengungsi Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir hanya bisa bertahan dengan memanfaatkan rumah panggung. Namun, mereka sulit menerima ban­tuan akrena akses hanya bisa dilalui perahu karet," ungkapnya. 

Kondisi di wilayah Jawa tak beda. Warga Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten, pun terpaksa mengungsi karena banjir yang melanda rumah mereka. Aliran Sungai Ciliman meluap. Akibatnya, 5.232 rumah di 27 kecamatan di 2 kabupaten tersebut terendam. "Dua kabupaten itu memang langganan banjir. Bayangkan, dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak, 14 mengalami banjir. Di Pandeglang, ada 13 kecamatan yang banjir," ungkapnya. (wan/bil/c11/oki) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore