Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 13.00 WIB

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Blitar Dikepung Banjir

CARI AMAN: Sapi di belakang rumah juga digelandang  karena air terus meninggi. - Image

CARI AMAN: Sapi di belakang rumah juga digelandang karena air terus meninggi.


JawaPos.com- Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Surabaya (BMKG) jika hujan deras berpotensi banjir akhirnya terbukti. Hujan deras yang menguyur wilayah Sutojayan (Blitar) dan sekitarnya akhirnya memicu banjir. Sekitar 300 rumah terendam air setinggi lutut hingga dada orang dewasa.



Selama ini Sutojayan kerap menjadi langganan banjir. Jika curah hujan tinggi dan menguyur berjam-jam, daerah yang berbatasan dengan Kanigoro itu dipastikan banjir. Terhitung, curah hujan yang tinggi selama tiga hari terakhir membuat tanggul di Sungai Unut dan Sungai Bogel di Kecamatan Sutojayan jebol.



Sedikitnya ada 300 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum serta sekolah dasar yang terendam. Ada tiga lokasi yang dikepung banjir. Yakni, Kelurahan Sutojayan, Kelurahan Kedungbunder, dan Desa Bacem. Semuanya terletak di Kecamatan Sutojayan.



Ratusan bangunan tersebut berada di dua desa. Bukan hanya itu, air hujan melenyapkan 150 hektare sawah yang siap panen. Bahkan, 50 hektare di antaranya terdampak gagal panen.



Banjir terjadi sejak Jumat malam (10/2). Banjir datang setelah hujan menerpa wilayah Sutojayan secara terus-menerus. Tepatnya sekitar pukul 23.00, air mulai menggenangi jalanan umum hingga masuk ke rumah-rumah warga. Ketinggian air mencapai 70 sentimeter hingga 1 meter atau setinggi dada orang dewasa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban yang meninggal.



Hanya, ratusan hektare sawah milik warga terendam banjir dan terdampak gagal panen. Sebab, sebagian besar warga mulai menanam padi serta usia tanaman masih muda. Meski demikian, keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanggulangan dan penanganan bencana tersebut.



”Yang terpenting, penyelamatan jiwa tetap nomor satu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Heru Irawan.



Untuk menangani musibah tersebut, kini pihaknya berfokus untuk menyelamatkan warga. Terutama warga yang lanjut usia (lansia) dan yang memang membutuhkan pertolongan darurat. ”Kami langsung evakuasi mereka. Kami juga telah siapkan tempat pengungsian serta dapur umum,” terang pria berkacamata itu.



Selain rumah dan sawah, banjir langganan tersebut meredam beberapa sekolah. Setidaknya ada empat lembaga sekolah yang teredam di Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder. ”Air tidak sampai masuk ruang kelas,” ucap Kepala SDN Sutojayan 02 Maruyani kemarin.



Karena banjir tersebut, seluruh murid dipulangkan lebih awal. Praktis, sementara kegiatan belajar-mengajar dihentikan. Sebab, kondisi sekolah tidak memungkinan untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.



”Tidak saya liburkan, tapi dipulangkan lebih awal. Ada juga beberapa sekolah yang terkena banjir. Tapi, tidak semua. Misalnya, SDN Sutojayan 2, Sutojayan 3, dan di Kedungbunder bagian selatan, termasuk taman Kanak-kanak (TK),” jelas pria 49 tahun tersebut.



Dari pantuan koran ini di lokasi kemarin, di wilayah Kelurahan Sutojayan bagian utara, air mulai menyusut sekitar pukul 11.00. Namun, di bagian selatan, ketinggian air masih tetap. Yakni, mulai sepinggang sampai setinggi dada orang dewasa. Itu terjadi di Lingkungan Gondanglegi, Kelurahan/Kecamatan Sutojayan. ”Ya, ini hampir rata semua. Salah satunya di RW 6 ini. Semua rumah terendam air,” ungkap Ketua RT 1, RW 6, Lingkungan Gondanglegi, Samsudin.



Dia mengungkapkan, datangnya air mulai dirasakan warga pukul 23.00. Air masuk ke rumah-rumah warga dan menggenangi sepanjang jalan di Gondanglegi. ”Ini hujan sudah tiga hari turun terus,” ujar 47 tahun tersebut. Menurut dia, banjir itu disebabkan tanggul Sungai Unut jebol. ”Karena jebol, jadi meluap,” kata pria berkumis tersebut.



Terpisah, Lurah Sutojayan Sugeng menyatakan bahwa untuk penanganan banjir, pihaknya bersama tim SAR gabungan mengevakuasi warga. Kendati ada beberapa yang menolak dievakuasi, pihaknya tetap melakukan upaya penyelamatan. ”Terutama yang jompo serta warga yang sakit dan butuh pertolongan,” tuturnya kepada koran ini kemarin.



Sementara sejumlah warga yang dievakuasi diungsikan di aula Kelurahan Sutojayan. Berdasar pantuan koran ini hingga sekitar pukul 12.00, sudah ada 17 warga yang dievakuasi dan diungsikan. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah. Mengingat, jumlah rumah warga yang terdampak mencapai ratusan. ”Sementara kami tempatkan di aula dan sudah ada dapur umumnya,” ungkap pria ramah tersebut. (sub/ziz/c24/end)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore