
TEGAR: Rohmad dan Khoirul yang mengalami kelumpuhan.
Akibat kecelakaan kerja yang menimpanya pada 2014, Rohmad lumpuh. Dia harus berhenti bekerja saat istri dan anak-anaknya masih membutuhkan nafkah. Rohmad limbung. Berharap Tuhan tidak diam.
ARIF ADI WIJAYA, Gresik
LANGIT sedang mendung. Selasa siang (7/2) seorang lelaki tampak merangkak dari gang selebar 2 meter menuju rumahnya di Jalan Kapten Darmo Sugondo Gang XII D. Dia mengaso di teras. Beberapa saat kemudian, dia masuk ke ruang tamu. Lelaki 49 tahun bernama Rohmad tersebut merambat di dinding rumah.
Kaki Rohmad lumpuh karena kecelakaan kerja. Badai itu datang tanpa disangka. Dia bercerita, pada Januari 2014, dirinya masih bekerja sebagai teknisi salah satu pabrik kayu di Gresik.
Saat itu Rohmad hendak membersihkan ventilasi udara di langit-langit pabrik. Baru hendak naik, ada tumpukan kayu yang ambruk. Celakanya, kayu-kayu tersebut menimpa punggung Rohmad. ”Kira-kira jatuh dari ketinggian 6 meter,” ujar ayah tiga anak itu.
Teman-teman kerjanya berdatangan. Rohmad dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina. RS pemerintah tersebut tak berhasil menolong. Rohmad dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk dirawat dan diperiksa lebih dalam. Hasilnya, ada syaraf yang terjepit dan putus di tulang belakang.
Akibatnya begitu fatal. Syaraf putus itu melumpuhkan kedua kaki Rohmad. Lumpuh total. Rohmad harus terdampar di kursi roda. ”Delapan bulan pakai kursi roda. Bingung. Sedih tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya, mengenang.
Saat itu, lanjut dia, keluarga benar-benar belum siap. Anak pertamanya, Muhammad Nur Hidayat, masih bersekolah di SMA. Anak kedua, Muhammad Khoirul Arifin, baru berusia 13 tahun. Selain itu, anak ketiga, Febi Dewi Puspita Putri, masih balita, 2 tahun.
Sudah kaki lumpuh, pekerjaan juga hilang. Kemudian, Rohmad ter-PHK dan hanya mengantongi pesangon Rp 5 juta. Uang itu dipakai untuk buka warung kecil-kecilan di depan rumah. ”Semua digunakan untuk modal,” ucapnya.
Setiap pagi, Rohmad membuka warung bersama istrinya Mariati. Perempuan 41 tahun itu membantu kulakan ke pasar sebelum mengantar si bungsu Febri ke sekolah. ”Memang tidak banyak hasilnya, tapi lumayan untuk makan sehari-hari,” ungkap Mariati.
Beban hidup keluarga Rohmad sedikit terangkat ketika Hidayat lulus SMA. Dia bekerja di perusahaan furnitur. Dia bekerja hingga malam. ”Sedikit terbantu dari Hidayat. Sering ngasih (uang, Red) adik-adiknya. Senang melihatnya,” terang Mariati. Matanya berkaca-kaca.
Di warung, Rohmad hanya ditemani Khoirul, anak keduanya. Remaja yang kini berusia 16 tahun itu bernasib sama dengan Rohmad. Kedua kakinya lumpuh. Bahkan, derita Khoirul terjadi sejak 2002. Belum genap berusia 2 tahun, bocah kelahiran 25 Agustus 2000 tersebut jatuh dari kursi. Lututnya terbentur kursi. ”Tulang lututnya bergeser,” kata Rohmad.
Khoirul dioperasi di RSUD dr Soetomo. Sudah sepuluh kali operasi, tidak ada hasilnya. Sejak saat itu, Khoirul tidak bisa berjalan. Kedua kakinya tidak tumbuh normal. Postur kakinya mengecil. Tulang hampir terlihat di balik kulit. Kondisi itu membuat Rohmad dan Khoirul kerap menjadi bahan ejekan. Mereka tidak mengambil hati semua ucapan buruk tersebut. ”Lama-lama juga berhenti sendiri,” tuturnya.
Namun, sebagai ayah, hati Rohmad terkadang terasa teriris saat putranya diejek. ”Sikil lumpuh wae kok njaluk sekolah barang (kaki lumpuh saja masih minta sekolah),” ungkapnya menirukan ejekan terhadap Khoirul. Pedih rasanya. Karena itu, Khoirul tidak punya banyak teman. ”Tidak pernah keluar. Cuma di rumah, nonton TV,” terangnya.
Namun, keluarga Rohmad tetap meluruskan hati. Keluarga tersebut tetap berusaha mendaftarkan sang putra ke beberapa sekolah. Ternyata, kesempatan itu tidak pernah datang. Tak satu pun sekolah mau menerima. Padahal, Khoirul sangat ingin bisa menikmati belajar di sekolah. Punya banyak teman. Gembira bermain. ”Sampai sekarang, tidak ada yang mau menerima,” tutur Khoirul dengan nada lirih.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
