
Ilustrasi
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa uang hasil korupsi terkait proyek e-KTP lebih banyak mengalir ke korporasi. Karena itu, komisi antirasywah mengimbau pihak-pihak lain untuk segera mengembalikan uang bagian kongkalikong yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.
"Tentu korporasi. Nanti akan dibuka aliran dana lebih lanjut dalam proses persidangan, jadi tahu distribusi aliran dana ke mana saja," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (11/2).
Sebelumnya, KPK menerima pengembalian uang sebesar Rp 250 miliar terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dari sejumlah pihak. Di antaranya berasal dari korporasi yaitu lima perusahaan dan satu konsorsium senilai Rp 220 miliar.
Menurut Febri, pengembalian uang tersebut tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban pidana. Namun, pengembalian menjadi aspek penting yang meringankan hukuman.
"KPK tidak berhenti hanya sekadar imbauan, tapi kami akan melakukan seluruh peluang yang merupakan kewenangan KPK di penyidikan maupun persidangan. Tapi kami saat ini persuasif untuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin mengembalikan uang," ujar Febri.
Sejak kasus e-KTP terungkap, mantan Anggota DPR F-Demokrat, M Nazaruddin membeberkan dokumen terkait sejumlah aliran dana korupsi tersebut. Dalam bagan yang dibawa kuasa hukum Nazar, Elza Syarief disebut sejumlah nama yang terkait dugaan korupsi senilai Rp 2,3 triliun.
Nazar menyebut Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai bos atau pengendali proyek e-KTP.
Selain itu, Nazar juga menyebut ada aliran dana dari pengusaha konsorsium proyek e-KTP kepada sejumlah anggota komisi II DPR dan pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Uang itu sebagai ijon (jaminan) untuk memuluskan anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka. Yaitu, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Penduduk pada Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto. (put/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
