
Korban speedboat tenggelam yang dievakuasi tim SAR dari Perairan Karang Unarang saat tiba di Dermaga Sei Jepun.
JawaPos.com - Penyeberangan ilegal Tawau-Sebatik yang biasa digunakan Buruh Migran Indonesia (BMI) akhirnya membawa petaka. Speedboat yang bermuatan 15 orang yang didominasi BMI karam setelah dihantam gelombang di Perairan Batu Payung, Tawau, Sabah, Malaysia, Selasa (7/2) lalu sekira pukul 17.30 Wita.
Speedboat bermesin 200 PK dan sarat penumpang ini hendak ke Sei Nyamuk, Sebatik dari Tawau. Kecelakaan laut itu baru diketahui setelah satu hari kejadian pada Rabu (8/2) sekira pukul 21.00 Wita. Alhasil, enam orang masih dinyatakan hilang, enam orang lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Dua korban sisanya ditemukan selamat oleh seorang nelayan yang sedang memancing.
Komandan Pengkalan Laut (Danlanal) Nunukan, Letkol Laut (P) Ary Aryono yang juga mengerahkan anggota membantu pencarian korban yang hilang mengatakan, Danposal Sei Nyamuk mendapat informasi dari LO TNI dan Polri di Tawau yang menginformasikan telah terjadi speedboat tenggelam di antara Perairan Batu Payung dan Sei Nyamuk. Namun, lokasi masih berada di wilayah Malaysia.
“Informasi awal korban sebanyak 15 orang adalah warga campuran, di mana dua orang korban selamat sedang dirawat di Hospital Tawau,” bebernya.
Dua orang korban selamat itu merupakan suami istri yang diketahui bernama Muslimin dan Asparida yang ditemukan Rabu (8/2) sekira pukul 18.00 Wita. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan beberapa operator dan pengurus speedboat yang biasa melaksanakan perjalanan Sebatik -Tawau dan berpangkalan di Sungai Sei Nyamuk.
Berdasarkan informasi itu, diketahui speedboat yang mengalami kecelakaan milik Ansar yang beralamat di Kampung Sei Melayu, Sabah, Malaysia. Saat kejadian, speedboat dinakhodai Jumak.
“Penumpang yang diangkut di speedboat adalah campuran warga dengan IC Malaysia dan KTP Indonesia. Di antaranya adalah 6 orang dari keluarga Ami, warga Sei Nyamuk Sebatik Indonesia yang juga belum ditemukan sampai saat ini di mana posisinya. Pasca kejadian, nakhoda diketahui melarikan diri ke Kuala Lumpur,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim pencari korban dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Polisi Air dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) masih melakukan pencarian.
“Belum ada perkembangan terbaru, pencarian sementara diberhentikan karena telah menjelang sore, Basarnas kembali ke Nunukan dan untuk TNI AL kembali ke pos masing-masing. Pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya” singkat Komandan Posal Sei Taiwan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan, Letda Herman.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Balikpapan, Octavianto menjelaskan, sejak mendapat informasi dari Ketua Polis Daerah Tawau, ACP Fadil Bin Hj. Marsus pihaknya langsung berkoordinasi dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau.
Selanjutnya, melalui tim Pos SAR Nunukan bertolak dari Dermaga Sei Jepun menuju Sei Nyamuk Sebatik guna melaksanakan operasi SAR. Pencarian dilakukan di sekitar wilayah TKP dan karang unarang yang membuah hasil menemukan para korban (liat grafis).
Dari hasil operasi SAR Kamis (9/2), telah dievakuasi 9 orang korban. Enam orang ditemukan tim SAR Indonesia untuk kemudian dibawa ke RSUD Nunukan untuk keperluan visum dan identifikasi seluruh korban. “Empat orang korban dievakuasi pihak SAR gabungan dari Malaysia untuk kemudian dievakuasi ke Hospital Tawau,” tuturnya.
“Setelah berkoordinasi dan meminta keterangan dari pihak Konsulat Jenderal RI di Tawau, bahwa korban yg sebelumnya sempat diinformasikan 2 korban meninggal yang berhasil ditemukan tim SAR Malaysia ternyata tidak ada. Yang ada hanya korban selamat suami istri,” sambungnya.
“Update penemuan korban dari tim SAR Tawau ditemukan satu mayat laki-laki terapung pada pukul 17.48 di Perairan Batu Empat Tawau, jenazah saat ini telah dibawa ke hospital Tawau,” pungkasnya. (eza/eza/fab/JPG)

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
