
seminar pendidikan oleh ELS
JawaPos.com – Komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua harus terus dibangun demi kelancaran proses belajar dan mengajar. Banyak sekolah selama ini melakukan komunikasi tidak interaktif kepada siswa atau orang tua. Namun kini dengan sistem digital membuat sistem manajemen dan administrasi menjadi lebih rapi, hemat, dan cepat.
Edugate Learning System (ELS), sebuah platform digital memiliki features yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efisien. Pola belajar menjadi mudah dan sederhana, seperti e-journals, e-book, online chatting, mobile apps, parental control, plagiarism checker.
Salah satu fungsinyauntuk melakukan pengecekan karya tulis apakah karya tulis tersebut tergolong plagiat atau tidak. Kemudian sebagai wadah atau forum komunikasi bagi guru, dosen, murid, mahasiswa dan orang tua.
Di samping itu, dengan adanya fasilitas pendaftaran sekolah atau universitas via online dan sistem pembayaran online melalui Payment Gateaway (DOKU) dapat membantu agar proses pendaftaran murid baru menjadi lebih mudah, efisien dan hemat. Setiap pembayaran yang terkait dengan sekolah atau universitas, termasuk di dalamnya pemberitahuan atas laporan aktivitas siswa dapat diakses secara real-time.
“Tersedianya akses setiap waktu dan dapat dengan mudah diakses oleh guru, dosen, murid, mahasiswa-mahasiswi, dan orang tua untuk mengetahui nilai ujian dan kegiatan belajar mengajar melalui perangkat elektronik, baik melalui komputer maupun melalui mobile phone,” kata CEO ELS Vincent Kwan dalam keterangan tertulis, Jumat (10/2).
Sistem ini mampu mengurangi biaya operasional sekolah dan universitas sekaligus dapat membantu guru, dosen, murid, mahasiswa-mahasiswi dan orang tua untuk terlibat secara proaktif. Menurut Vincent, salah satu contoh betapa borosnya penggunaan sistem manual dan masih digunakan hingga saat ini oleh kebanyakan sekolah dan universitas adalah penggunaan mesin fotokopi, printer, dan kertas.
“Dari perhitungan kami, pihak sekolah atau universitas paling sedikit mengeluarkan biaya kira-kira sebesar Rp 1,3 miliar per tahun untuk biaya penggunaan mesin fotokopi, printer dan penggunaan kertas,” tuturnya.
Pihak ELS akan memasang sistemnya di sekolah atau universitas dan melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi perwakilan sekolah dan universitas yang dapat diwakili oleh guru, dosen, teknisi, murid, mahasiswa-mahasiswi dan pihak lainnya yang ditunjuk oleh sekolah dan universitas. Biaya penggunaan sistem ELS akan dibebankan pada biaya pemeliharaan (maintenance) kepada murid dan orang tua saat mendaftarkan anaknya.
“Umumnya pada saat mendaftar ke sekolah, terdapat rincian biaya yang ditanggung oleh siswa, misalnya untuk pembelian seragam, dan lain sebagainya, biaya untuk penggunaan sistem kami dapat ditambahkan sebagai biaya untuk pengembangan sistem administrasi digital sekolah,” kata Vincent. (cr1/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
