
Proyek LRT Cibubur-Cawang
JawaPos.com - Di tengah proses pembangunan Light Rapid Transit (LRT) yang sedang berlangsung, pemerintah menghadapi kendala pembiayaan. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang selama ini sebagai kontraktor utama mengaku tidak sanggup melanjutkan pembangunan bila harus menjalani sendiri. BUMN itu membutuhkan sokongan dana tambahan dari pihak pemerintah atau pihak lain.
Atas kendala itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk mengajak BUMN lainnya terlibat pembangunan LRT yang tengah digarap PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Rini menyebut pendanaan proyek LRT akan dilakukan oleh BUMN tersebut dengan menerbitkan instrumen investasi. Pasalnya, anggaran yang dimiliki pemerintah tidak mencukupi untuk mendanai proyek tersebut secara langsung.
Pemerintah, menurut Rini hanya akan melakukan penjaminan dari instrumen investasi yang dikeluarkan oleh Adhi Karya atau BUMN lainnya demi proyek tersebut. ”Kami sedang melihat karena kami akan package memanfaatkan penjaminan pemerintah, atau sebagian bisa mendapatkan dukungan APBN tapi mungkin publik service obligation (PSO)-nya," kata Rini seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Juamt (10/2).
Meski Adhi Karya telah didapuk sebagai kontraktor dari proyek tersebut, Rini masih enggan menyebut secara spesifik akan ada berapa perusahaan BUMN yang menerbitkan instrumen investasi untuk mendukung pendanaan LRT Jabedebek.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta Adhi Karya untuk ikut menyuntik modal untuk proyek LRT. Dengan kata lain, Adhi Karya diminta agar tidak hanya menjadi kontraktor tetapi juga menjadi investor.
Untuk diketahui, proyek LRT membutuhkan dana senilai Rp 23 triliun. Hingga saat ini, proses kemajuan dari proyek tersebut baru mencapai 12 persen. Meski begitu, Rini menegaskan, pihaknya optimis LRT Jabedek dapat selesai pada 2019.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Ki Syahgolang pernah bilang, selama ini proyek LRT senilai Rp 23 triliun tersebut sudah ditalangi oleh Adhi Karya sebesar Rp 2 triliun.
Menurutnya Harus ada kepastian skema pembiayaan, karena Adhi Karya tidak sanggup menanggung semua. Kabar terakhir, APBN tidak cukup untuk membiayai proyek ini.”Adhi Karya menalangi kurang lebih itu sekitar Rp 2 triliun,"ujarnya.
Syahgolang mengungkapkan, dana Rp2 triliun tersebut diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang didapat pada 2015 lalu sebesar Rp 1,4 triliun, serta dana hasil pinjaman.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dana tersebut telah digunakan Adhi Karya untuk pembangunan sepanjang jalur LRT di rute Cibubur-Cawang, dan rute Cawang-Bekasi Timur yang sedang dikerjakan. "Pokoknya dari dana yang sudah digunakan untuk pembangunan LRT dari Cibubur-Cawang, dan Cawang-Bekasi Timur diperkirakan sebesar Rp2 triliun," kata dia. (ers/iil/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
