
TINGGAL MAJELIS TINGGI: PM Inggris Theresa May memimpin rapat kabinet persiapan Brexit.
JawaPos.com - Tinggal selangkah lagi bagi Theresa May untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Rabu (8/2) anggota parlemen dari House of Commons memberikan persetujuan atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Brexit. Sebanyak 494 legislator setuju dan hanya 122 orang yang menolak. Kini May tinggal menuju hasil voting majelis tinggi parlemen atau House of Lords.
Jika mayoritas mendukung, May bisa memicu artikel 50 dan memulai pembahasan tentang Brexit dengan UE. ”Kami melihat voting bersejarah malam ini (Rabu malam, Red). Mayoritas memberikan persetujuan untuk negosiasi keluarnya kami dari UE,” ujar Menteri Brexit David Davis.
Momen saat voting dan penghitungan suara sempat panas. Terutama legislator partai oposisi. Legislator Scottish National Party (SNP) menyatakan bahwa mereka merasa aspirasinya tidak didengar parlemen. Legislator SNP menyanyikan lagu UE, Ode to Joy, saat penghitungan suara dimulai.
Di sisi lain, Partai Buruh juga terpecah. Sebagian mengikuti perintah Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk mendukung Brexit. Namun, sebagian lain memilih menolak. Total ada 52 anggota partai buruh yang membelot. Di House of Common, partai buruh memiliki 229 anggota.
Hasil dari voting tersebut disambut sorak-sorai oleh legislator dan orang-orang yang mendukung Brexit. Sebab, sebelumnya, pembahasan berlangsung cukup alot. Di akun Twitter-nya, mantan pemimpin UK Independence Party (UKIP) Nigel Farage mengungkapkan, dirinya tidak pernah menyangka bahwa mayoritas House of Commons bakal memberikan suara bagi Inggris untuk berpisah dari UE.
Mereka yang tak setuju Brexit langsung menyuarakan kekesalannya. Termasuk mantan Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg. Legislator partai Liberal Democrats itu menuturkan bahwa voting tersebut memberikan jalan bagi pemerintah untuk mengejar tujuan. Menurut dia, Brexit bakal membuat penduduk Inggris lebih miskin, lemah, dan terisolasi.
House of Lords dijadwalkan untuk melakukan pembahasan setelah reses pada 20 Februari. Pemerintah menargetkan segala urusan tentang RUU Brexit itu kelar pada 7 Maret. Mayoritas legislator di Majelis Tinggi parlemen tersebut berasal dari oposisi. Partai Konservatif yang digawangi May hanya memiliki 252 kursi di antara total 805 kursi. Mereka memang tidak berkuasa menolak RUU. Namun, mereka berkuasa untuk meninjau ulang maupun mengamandemen RUU yang diloloskan House of Commons.
Jika hal tersebut terjadi, proses Brexit akan kembali tertunda. Padahal, pemerintah menargetkan harus memicu artikel 50 untuk keluar dari UE pada akhir Maret. Setelah itu, Inggris masih butuh dua tahun untuk benar-benar lepas dari organisasi terbesar di Eropa itu. (Reuters/AFP/sha/c16/any)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
