
GUNAKAN BELIMBING WULUH: Susilowati (kanan) melayani pembeli di warung di kawasan Desa Ketapang, Tanggulangin.
JawaPos.com – Salah satu olahan berkuah dengan bahan utama kepala ikan bisa dinikmati tak jauh dari kawasan wisata lumpur Lapindo. Tepatnya di Warung Lare Osing (Laros) Banyuwangi di selatan Balai Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Selain menyajikan kepala ikan, Warung Laros terkenal dengan masakan Jawa lain. Mulai olahan kepiting, udang, beragam ikan air laut dan tawar, kikil, hingga beragam sayur. Pelanggan bebas memilih. ”Harganya nggak beda. Semua sama,” ujar pemilik Warung Laros Susilowati di sela-sela melayani pembeli Kamis (9/2).
Dia memasak kepala ikan dengan kuah encer. Dia menyebut masakannya asam-asam kepala ikan. Apalagi, rasanya agak asam sehingga berbeda dengan gulai kepala ikan. Bumbu asam-asam kepala ikan lebih banyak menggunakan belimbing wuluh. Belimbing wuluh itulah yang membuat cita rasa asam. ”Rempah berbeda dengan gulai kepala ikan, tapi warnanya mirip,” ucapnya.
Asam-asam kepala ikan kerap cocok dijadikan makanan tengah hari. Apalagi cuaca sedang panas. Tak heran, banyak pemesan kepala ikan saat makan siang. Susilowati memasak beragam jenis ikan, bergantung musim. Misalnya, pasar sedang musim kakap, dia masak kakap. Jika banyak ikan mujair, dia mengolah mujair. Namun, yang kerap dimasak dan dinanti pembeli adalah asam-asam kepala ikan barakuda.
Pelanggan setia kepala ikan di Warung Laros pasti sudah hafal. Susilowati selalu menggunakan wadah paling besar untuk tempat masakan asam-asam itu. Lokasinya berada di ujung paling timur meja yang menghidangkan berbagai menu.
Bergeser ke utara, masih di Jalan Raya Tanggulangin, ada juga warung olahan kepala ikan di sisi timur jalan raya. Ukurannya tak berbeda dengan Warung Laros, 6 x 4 meter. Bedanya, warung yang bagian depannya hanya tertulis menu itu khusus menjual olahan ikan. Di depan warung, tertulis ada ikan bakar, sate patin, dan gulai kepala ikan.
Masih di Tanggulangin, ada satu tempat lagi yang menyajikan masakan kuah kepala ikan di kompleks Pasar Wisata Tanggulangin. Yakni, kedai milik Eko Fajar Cahyo yang dinamai Kedai Reso Joyo. Saat masuk ke pasar wisata, terlihat tulisan berukuran besar di spanduk, gulai kepala ikan di depan Kedai Reso Joyo. Rumah makan itu khusus mengolah dan menjual gulai kakap. ”Paling laris pada jam-jam makan siang. Yang paling banyak beli adalah pekerja pabrik dan anak pulang sekolah,” tuturnya. (uzi/c16/dio/sep/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
