
Ilustrasi
JawaPos.com - Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan DKI Jakarta sebagai daerah rawan Pilkada. Status ini disematkan lantaran potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakatnya cukup tinggi.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, dari hasil analisanya, ada beberapa kriteria mengapa Jakarta dikategorikan sebagai daerah rawan.
"Pertama adalah kesiapan penyelenggara pilgub, kedua soal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang pernah terjadi selama masa kampanye.Lalu yang ketiga adalah soal batas wilayah," ujar dia di Jakarta, kemarin (9/2).
Selain itu, Martinus juga mengatakan, perseteruan antar kubu pasangan calon menjadi pertimbangan. Baik itu antar tim sukses maupun relawan masing-masing paslon.
"Kemudian kelima tentang bagaimana paslon, perseteruan pada para paslon itu juga menjadi indikator," jelas dia.
Terkait pengamanan Pilkada DKI, Martinus mengatakan Polri tidak hanya menjaga di tempat pemilihan suara, namun beberapa objek vital lainnya.
"Polri tetap akan mengamankan situasi setelah pemungutan suara,"pungkasnya.(dka/rmol/mam/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
