
MEMBARA: Petugas berusaha menjinakkan api yang menghanguskan rumah Edi alias Koh Sing dan Nanik Tjandra.
JawaPos.com – Kamis dini hari, kampung RT I, RW V, Jalan Kapten Dulasim Gang I, Gresik sudah lengang. Warga kampung sedang terlelap sebelum bau menyengat membangunkan mereka. Bau itu berasal dari kobaran api yang membakar rumah Edi Supardi dan Nanik Tjandra. Keduanya tewas.
Ketua RT setempat Susilo menceritakan, pukul 01.15 dirinya mencium bau yang sangat menyengat. Sebagaimana benda hangus. Akhirnya, warga keluar rumah. Saat itu mereka belum tahu ada kebakaran. Sampai melihat asap dari atap rumah korban mengepul tebal ke udara, mereka baru sadar.
Rumah Edi alias Koh Sing dan Nanik terbakar. Dari kepulan asap tebal, muncul kobaran api. Rifai, seorang saksi, mengungkapkan bahwa warga cepat-cepat mendatangi rumah itu. Mereka menggedor-gedor pagar. Bahkan, ada yang menerobos masuk meski tertahan di depan pagar yang terkunci rapat. Warga menduga, pasutri tersebut sudah terlelap tidur.
”Lantaran tidak bisa masuk menolong, kami menghubungi PMK,” kata Rifai. Kemudian, enam mobil pemadam kebakaran (PMK) satu demi per satu datang. Mobil PMK tidak bisa masuk gang. Petugas damkar bergegas mengulur slang panjang agar semprotan air sampai ke tempat kejadian.
Kobaran si jago merah sudah begitu besar. Upaya mereka berakhir pukul 03.30. ”Waktu itu seluruh bangunan sudah hangus terbakar,” tutur Susilo. Petugas langsung merangsek masuk. Mereka menerjang puing-puing kebakaran untuk mencari penghuni rumah.
Sayang, Edi alias Koh Sing meninggal. Lelaki 66 tahun tersebut terkapar di depan pintu kamar mandi. Tubuhnya tidak lagi utuh. Sementara itu, Nanik ditemukan meninggal di kamar mandi. Tubuh perempuan 62 tahun tersebut sudah kaku. Kamar mandi bukan tempat yang aman saat terjadi kebakaran.
Siang kemarin Tim Labfor Polres Gresik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasatreskrim AKP Dwi Heru Purnomo menyatakan sudah meminta keterangan empat saksi. Mereka adalah tetangga korban. Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. ”Mungkin, korsleting listrik atau disebabkan hal lain. Masih didalami,” katanya.
Sejauh ini, titik api pertama diketahui berasal dari ruang tengah di sisi utara. Api cepat membesar dan merembet ke seluruh bangunan. Apalagi, banyak barang yang mudah terbakar di dalamnya. ”Barang-barang memenuhi dalam rumah. Jalan pun sangat susah,” ujar Kanit Pidum Iptu Turkan.
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Edi dan Nanik. Kerabat korban berdatangan ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina. Sebagian besar berasal dari Surabaya. Mereka tampak sedih. ”Korban hanya tinggal berdua di rumah,” tutur Petrus, seorang kerabat. Mereka berjualan alat-alat listrik sejak 1997. Pukul 14.00 jenazah korban diangkut ke Adi Jasa di Jalan Demak, Surabaya. Keluarga masih menunggu keluarga besar lain dari Pontianak.
Kebakaran di rumah Edi-Nanik tersebut merupakan kejadian besar ketiga dalam sepekan terakhir. Pada Jumat (3/2), puluhan stan pedagang di Pasar Stan Bungkus, Pasar Gresik, dilalap si jago merah. Rabu (8/2) bengkel motor Honda Ahass di Jalan Raya Bungah juga ludes terbakar. Pemiliknya rugi lebih dari Rp 2,5 miliar. (mar/ris/c16/roz/sep/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
