Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 15.37 WIB

Timses Sebut Kampanye Hitam Serang Anies-Sandi Secara Sistematis

Anies Baswedan-Sandiaga Uno - Image

Anies Baswedan-Sandiaga Uno

JawaPos.com - Sepekan jelang pencoblosan pada 15 Februari 2017, tim pemenangan Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merasa bahwa kampanye hitam semakin banyak. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon Anies-Sandi, M Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurung, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).

“Beberapa hari belakangan, saya dan kawan kawan melihat ada suatu gerakan yang menurut kami merugikan paslon kami," ujar Taufik.

Politisi Partai Gerindra itu mengaku, dalam beberapa hari terakhir, tim pemenangan Anies-Sandi melihat bahwa tersebarnya selebaran black campaign ini suatu gerakan sistematis. "Ada selebaran yang menarik yang seolah-olah dimirip-miripkan lah dengan kita. Misalnya ada selebaran 10 kebohongan Anies-Sandi gitu dan ini orang yang menyebarkannya tertangkap," ungkap Taufik sembari menunjukkan selebaran yang ditemukannya.

Selebaran yang berwarna hijau, kuning dan jingga dengan model yang berbeda-beda ini diakui Taufik sudah disiapkan secara massif untuk disebarluaskan. Iapun berharap agar pihak-pihak terkait kampanye hitam ini agar segera bertaubat. "Kami atas nama tim kampanye menghimbau kepada pembuat (selebaran) ini supaya segera bertaubat," tegas wakil ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Di sisi lain, kubu Paslon Anies-Sandi juga membentuk pasukan ‘Pemantauan Politik Uang dan Kecurangan Pilkada DKI’ guna mengantisipasi potensi manipulasi pemilihan, 15 Februari.  Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Mohamad Taufik, mengatakan, pasukan ini ditugaskan dan tersebar di seluruh wilayah serta mendirikan Posko Pengaduan Kecurangan di tiap kelurahan.

Hal tersebut dilakukan menyusul ditemukannya kampanye hitam yang menyudutkan paslon nomor 3 di Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (8/2). "Kami sudah menyiapkan tim. Di setiap kelurahan, ada Posko Pengaduan Kecurangan dan Money Politics (politik uang)," ambah dia.

Pasukan antikecurangan itu bakal berkeliling tiap harinya untuk mengamati situasi yang terjadi di lapangan. "Timnya sudah kami siapkan untuk melakukan pemantauan itu, dari mulai sekarang sampai nanti," sambung Taufik.

Ketua DPD Gerindra DKI ini pun mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam kecurangan. Sebab, masuk kategori pelanggaran pidana. Taufik lantas mencontohkan dengan praktek politik uang yang bisa menjerat pemberi dan penerima terancama dipidana.

"Ini kan kita harus kasih tahu masyarakat, karena masyarakat bisa terima-terima saja. Padahal, begitu dia kena, maka ada sanksi pidananya," beber dia. (wsa/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore