Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 14.43 WIB

Cerita Skandal Helikopter AW-101 di India yang Buat Jokowi “Takut”

TANGGUNG JAWAB SIAPA?: Helikopter AW-101 di hanggar Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. Meski pembeliannya menjadi polemik, helikopter itu tetap dikirim ke Indonesia. - Image

TANGGUNG JAWAB SIAPA?: Helikopter AW-101 di hanggar Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. Meski pembeliannya menjadi polemik, helikopter itu tetap dikirim ke Indonesia.

JawaPos.com - Sengkarut pembelian helikopter yang rencananya untuk Presiden Joko Widodo  AgustaWestland (AW) -101 sejatinya dipengaruhi kasus yang sempat menghebohkan di India. Rabu (8/2) KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut salah satu alasan Jokowi menolak pembelian heli AW-101 adalah perkembangan kasus di India. Namun, Hadi tidak memerinci maksudnya.



Akhir Desember lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah menyinggung hal tersebut. Dia mewanti-wanti agar jangan sampai pembelian heli AW-101 oleh TNI-AU malah menjadi skandal besar seperti yang terjadi di India. "Harganya terlalu mahal, dianggap korupsi, menterinya, panglima (tentara)-nya, direktur utama perusahaannya, semua masuk penjara," kata JK. 



Pembelian heli AW-101 oleh Angkatan Udara India (Indian Air Force) memang menjadi isu besar di sana. Ketika aroma korupsi mencuat, muncul istilah chopper gate atau skandal helikopter. Kasus itu menyeret nama-nama petinggi parlemen hingga kepala Angkatan Udara India.



Kasus tersebut bermula dari ditandatanganinya kontrak pembelian 12 unit heli AW-101 senilai USD 540 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun oleh Angkatan Udara India pada 2010. Rencananya helikopter yang masuk kategori very-very important person (VVIP) itu digunakan untuk menunjang kegiatan perdana menteri, presiden, dan pejabat tinggi India lainnya.



Namun, Februari 2013 kontrak pembelian helikopter itu menjadi heboh lantaran ditangkapnya Giuseppe Orsi, CEO Finmeccanica, perusahaan induk AgustaWestland, oleh otoritas hukum Italia. Dia didakwa menyuap pejabat India untuk memuluskan kontrak penjualan 12 unit heli AW-101. 




Penangkapan itu ditindaklanjuti parlemen India untuk memulai investigasi pada Maret 2013. Apalagi, muncul pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan India yang mengakui telah terjadi korupsi dan penyuapan dalam pembelian helikopter tersebut. India akhirnya membatalkan kontrak pembelian heli AW-101 pada Januari 2014. (syn/c10/ca) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore