Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 12.35 WIB

DPR Ingin Dirut Pertamina dari Internal

Plt Dirut Pertamina Yenni Andayani (kanan) berbincang bersama Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (9/2). - Image

Plt Dirut Pertamina Yenni Andayani (kanan) berbincang bersama Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (9/2).

JawaPos.com - DPR menginginkan posisi Dirut Pertamina diisi kandidat dari internal perseroan. Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto menyatakan, calon dari internal lebih mengetahui dan menguasai seluk-beluk Pertamina.

''Makanya, saya berharap Dirut adalah orang yang bekerja di Pertamina,'' ujar legislator Fraksi Partai Golkar itu di sela rapat komisi VII dengan Pertamina di gedung DPR, Jakarta, kemarin (9/2).

Dito juga menginginkan proyek-proyek Pertamina tidak terhambat karena perombakan manajemen. Jika proyek kilang berhenti, importer minyak akan diuntungkan. 

Di tempat yang sama, Ramson Siagian, anggota komisi VII lainnya, menilai direksi Pertamina saat ini cukup mumpuni. Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut meyakini bahwa jajaran direksi Pertamina memiliki kompetensi yang baik dalam memimpin perusahaan minyak pelat merah itu.

DPR tengah merevisi Undang-Undang Migas yang akan memberikan otoritas pada Pertamina untuk mengelola aset migas nasional. Nanti, Pertamina menjadi badan tersendiri guna mengelola aset-aset migas tersebut. Karena itu, dibutuhkan tim manajemen yang solid.

Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menuturkan, rapat kemarin membahas laporan keuangan Pertamina serta lonjakan konsumsi pertalite. Laporan keuangan Pertamina mencatat penurunan pendapatan pada 2014-2016.

Pelaksana tugas (Plt) Dirut Pertamina Yenni Andayani menyebutkan, kinerja perseroan masih terbilang positif. ''Penurunan pendapatan perseroan periode 2014-2016 dipengaruhi tren harga minyak dunia. Pada 2014, kan harganya USD 110 per barel. Lalu, pada 2016, harganya ke tren titik rendah USD 40 per barel atau menurun 60 persen,'' jelasnya.

Dia menambahkan, perseroan melakukan upaya efisiensi biaya USD 30,28 miliar. Dengan demikian, laba bersih perseroan meningkat pada 2016. ''Laba bersih mencapai USD 3,14 miliar pada 2016. Ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2015 sebesar USD 1,42 miliar dan 2014 USD 1,45 miliar,'' tuturnya. (dee/c18/sof) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore