
Plt Dirut Pertamina Yenni Andayani (kanan) berbincang bersama Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (9/2).
JawaPos.com - DPR menginginkan posisi Dirut Pertamina diisi kandidat dari internal perseroan. Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto menyatakan, calon dari internal lebih mengetahui dan menguasai seluk-beluk Pertamina.
''Makanya, saya berharap Dirut adalah orang yang bekerja di Pertamina,'' ujar legislator Fraksi Partai Golkar itu di sela rapat komisi VII dengan Pertamina di gedung DPR, Jakarta, kemarin (9/2).
Dito juga menginginkan proyek-proyek Pertamina tidak terhambat karena perombakan manajemen. Jika proyek kilang berhenti, importer minyak akan diuntungkan.
Di tempat yang sama, Ramson Siagian, anggota komisi VII lainnya, menilai direksi Pertamina saat ini cukup mumpuni. Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut meyakini bahwa jajaran direksi Pertamina memiliki kompetensi yang baik dalam memimpin perusahaan minyak pelat merah itu.
DPR tengah merevisi Undang-Undang Migas yang akan memberikan otoritas pada Pertamina untuk mengelola aset migas nasional. Nanti, Pertamina menjadi badan tersendiri guna mengelola aset-aset migas tersebut. Karena itu, dibutuhkan tim manajemen yang solid.
Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menuturkan, rapat kemarin membahas laporan keuangan Pertamina serta lonjakan konsumsi pertalite. Laporan keuangan Pertamina mencatat penurunan pendapatan pada 2014-2016.
Pelaksana tugas (Plt) Dirut Pertamina Yenni Andayani menyebutkan, kinerja perseroan masih terbilang positif. ''Penurunan pendapatan perseroan periode 2014-2016 dipengaruhi tren harga minyak dunia. Pada 2014, kan harganya USD 110 per barel. Lalu, pada 2016, harganya ke tren titik rendah USD 40 per barel atau menurun 60 persen,'' jelasnya.
Dia menambahkan, perseroan melakukan upaya efisiensi biaya USD 30,28 miliar. Dengan demikian, laba bersih perseroan meningkat pada 2016. ''Laba bersih mencapai USD 3,14 miliar pada 2016. Ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2015 sebesar USD 1,42 miliar dan 2014 USD 1,45 miliar,'' tuturnya. (dee/c18/sof)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
