Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 10.55 WIB

Elegi Pembuat Speed Boat dari Tanah Jambi

Ahmad saat membuat speed boat - Image

Ahmad saat membuat speed boat

JawaPos.com - Profesi sebagai pembuat speed boat tradisional seperti sudah semakin jarang ditemukan. Alasannya bisnis ini semakin dikepung oleh korporasi yang bisa mempproduksi secara massal.


Di tengah gempuran bisnis galangan kapal skala besar, Ahmad (55)m tetap terus bertahan sebagai pembuat speed Boat. Hanya saja produksi sangat tergantung dari uang muka dari pemesan. Sebab dari uang muka itulah dia bisa membeli bahan untuk membuat alat transportasi di laut itu.


Uang muka dipatok pun tidak sebesar dari perusahaan besar. Semua itu sesuai dengan harga speed boat yang dipesan. Untuk speed boat bermesin 40 PK, Ahmad mematok harga Rp 7,5 juta dan yang bermesin 200 PK dihargai Rp 25 Juta.


Dia menjamin speed boat buatannya ini tidak bocor dan daya angkut juga sesuai dengan pesanan. “Saya berani jamin tidak bocor dan daya angkut juga sesuai dengan pesanan,” ujarnya seperti dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Jumat (10/2).


Kendati demikian dalam menggeluti bisnis ini, Ahmad kerap terkandala dengan modal usaha. “Paling terkendala modal mas, yang pesan dan kasih uang mukalah yang dulu saya kerjakan,” sambungnya.


Walau terkendala dengan modal, Ahmad masih tetap mendapatkan pesanan pembuatan speed boat cukup banyak. Dalam setahun dia bisa membuat 20-an unit. Semua itu datang dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.


Mulai dari Kerinci, Kualatungkal, Sabak, Kampung Laut dan Sungai Lokan. Bahkan ada pesanan yang datang dari Padang Sumatera Barat. Untuk memastikan produk buatanya tak bocor dan berkualitas, Ahmad sangat memerhatikan pilihan kayu yang dipakai. Umumnya kayu yang digunakan jenis meranti sepang dan meranti sepat batu.


Semua kayu ini didapatkan dari pabrik pengolahan kayu yang berada di Pasir Panjang Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota Jambi. Di usia yang tidak lagi muda ini Ahmad menaruh harapan kepada anak bungsunya yang saat ini masih duduk di bangku SD. Dia berharap ilmu pembuatan Speed Boat ini dapat dipelajari oleh anak laki-laki satu-satunya itu.


“Anak bungsu saya seringlah lihat saya kerja di sini, bantu-bantu dikit. Semoga dia lebih sukses dari saya yang penting,” tutup Ahmad, pria kelahiran Pemulutan Palembang Sumatera Selatan Ini. (mui/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore