Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 07.40 WIB

Penambahan Kuota Haji Embarkasi Surabaya Menunggu Menag

Rencana Perjalanan Haji 2017 Embarkasi Surabaya - Image

Rencana Perjalanan Haji 2017 Embarkasi Surabaya

JawaPos.com – Penambahan kuota haji yang dilakukan pemerintah Arab Saudi belum tentu berdampak kepada jamaah haji di Jatim. Hingga kini, belum ada pemberitahuan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait kuota tambahan tersebut. Kantor berpedoman pada kuota lama, yaitu 27.323 orang.


Persiapan haji memasuki tahap memasukkan data. Nama-nama yang dijadwalkan berangkat tahun ini mulai dipilah. Hal itu dilakukan sambil menunggu penjatahan kuota yang akan disampaikan Kemenag pusat. Bisa jadi Jatim memperoleh tambahan, bisa juga tidak. ’’Kepastiannya menunggu keputusan Menteri Agama,’’ kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Jatim Faridul Ilmi.


Kuota yang ditambahkan untuk Indonesia mencapai 10 ribu orang. Jumlah tersebut akan dibagi ke seluruh provinsi. Kabarnya, Jatim memperoleh tambahan kuota sekitar 6 ribu orang. Jumlah itu sama dengan 12 kloter untuk wilayah Jatim. Meski begitu, Farid belum berani memastikan kabar tersebut. Sebab, dia belum menerima kabar terkait tambahan kuota yang diberikan untuk wilayah Jatim.


Dia tidak ingin membahas penambahan kuota itu. Sebab, permasalahan kuota haji sangat sensitif. Banyak calon jamaah yang ingin berangkat tahun ini. Mereka berharap ada penambahan kuota dan masuk daftar tunggu tahun ini. ’’Apabila keinginan tidak terwujud, mereka pasti menyesal,’’ ujarnya.


Penyesalan tersebut bisa berdampak buruk. Misalnya, sangkaan negatif terhadap petugas yang menangani masalah haji. Karena itu, Farid memilih tidak membahas masalah kuota. ’’Kami fokus memasukkan data untuk pendukung visa dan paspor,’’ terangnya.


Meski begitu, langkah antisipasi tetap dilakukan. Salah satunya, menata jadwal masuk asrama dan slot penerbangan bila Jatim memperoleh kuota tambahan. Selama ini, jumlah kamar di asrama haji embarkasi Surabaya di Sukolilo diatur untuk dua kloter per hari. Begitu pula penerbangan dari Surabaya ke Arab Saudi.


Hitungan tersebut akan diubah. Sangat mungkin ada empat kloter yang masuk asrama dalam sehari. Slot penerbangan juga akan bertambah. Kemenag Jatim mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi masalah penambahan kuota itu. Apabila penambahan kuota batal, teknis pemberangkatan menggunakan hitungan lama. ’’Antisipasi itu bersifat teknis sehingga tidak terlalu sensitif,’’ kata Farid.



Biaya pemberangkatan tahun ini masih dibahas. Pembahasan tersebut dilaksanakan di pusat bersama DPR. Setelah muncul angka, Kemenag mulai mengedarkan masa pelunasan bagi jamaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini. (riq/c18/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore