
KENALI, TANGGULANGI: Kifah Shoker (kanan, jongkok) didampingi Kepala SMAN 16 Hari Sutanto membagikan kuesioner Rabu (8/2) kepada siswa pada acara edukasi tentang virus.
JawaPos.com – Masa-masa SMA terbilang rentan terhadap serangan virus. Hal tersebut diungkapkan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dr Mustofa Rusli SpPD. Para siswa perlu mengenal bahaya berbagai jenis virus.
Dalam sosialisasi di SMAN 16 Surabaya, Rabu (8/2), Mustofa dan perwakilan dari Erasmus Medical Center Rotterdam the Netherlands mengajak para siswa untuk waspada terhadap penyebaran virus. Dia menjelaskan, ada banyak virus yang menjangkiti masyarakat. Antara lain, virus penyebab demam berdarah, rabies, campak, diare, dan influenza. ”Indonesia termasuk yang paling cepat. Korbannya tidak langsung merasakan, tapi dampaknya baru 5–10 tahun ke depan,” katanya.
Sosialisasi kepada para siswa perlu dilakukan untuk mencegah bahaya virus. Selama ini SMAN 16 telah menjadi pilot project untuk kegiatan pengenalan virus dari Unair dan Erasmus. Yakni, Virus Kenner. Anak-anak diajak menjadi ahli virus. Dalam waktu tiga bulan ke depan, siswa diminta untuk mempresentasikan pengetahuannya tentang satu jenis virus secara mendalam. Jangka panjangnya, mereka akan menjadi agen informasi bagi lingkungan sekitarnya. ”Ini sesuai dengan program pemerintah, mencegah lebih penting daripada mengobati,” imbuhnya.
Kifah Shoker, perwakilan Erasmus Medical Center Rotterdam the Netherlands, menambahkan, kegiatan tersebut menjadi program yang bagus bagi anak-anak. Sebab, mereka tidak hanya dituntut mengetahui tentang jenis-jenis virus. Tetapi, juga mengerti dan mengetahui cara penanggulangannya. ”Masalah virus sudah ada di Indonesia dan seluruh dunia. Ini sesuatu yang biasa, tapi masih sering terjadi,” tuturnya.
Melalui program Virus Kenner, Kifah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengetahuan tentang virus. Khususnya anak-anak SMA sebagai generasi penerus bangsa. Ke depan, bisa menciptakan masyarakat yang sadar kebersihan dan lingkungan yang terbebas dari virus berbahaya.
Sementara itu, siswa kelas XI MIA SMAN 16 Surabaya Nico Zafran Ramadhan mengakui bahwa pengenalan terhadap virus memang sangat penting. Tahun lalu dia mengikuti kegiatan serupa. Saat itu dia menjelaskan tentang bahaya HIV. ”Menambah pengetahuan bagi saya. Alhamdulillah juga menjadi salah satu presentasi terbaik yang dikirim ke Belanda,” ujarnya. (ant/c7/nda/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
