
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Jawa Timur
JawaPos.com – Kementerian Agama kembali membuka jalur pendaftaran calon mahasiswa baru (camaba) bagi perguruan tinggi negeri Islam. Ada dua jalur yang disediakan. Yakni, seleksi prestasi akademik nasional perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (SPAN PTKIN) dan ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (UMPTKIN).
Ada tiga jenis PTKIN di seluruh Indonesia. Yakni, sekolah tinggi agama Islam negeri (STAIN) yang menyediakan prodi agama, institut agama Islam negeri (IAIN) yang mempersiapkan prodi agama dan sosial, serta universitas Islam negeri (UIN) yang menyediakan prodi umum seperti keagamaan, sosial, serta science.
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga bersiap dalam proses seleksi tersebut. Penyaringan itu berlangsung serentak dengan 56 PTKIN seluruh Indonesia. Yang membedakan, tahun ini UINSA sudah siap menggunakan computer based test (CBT) dalam proses seleksi UMPTKIN. ’’Secara ketersediaan sarana dan prasarana serta SDM sudah mencukupi, jadi tidak pakai kertas lagi,’’ ujar Rektor UINSA Prof Abd A'la kemarin (8/2).
Dari total 46 ribu pagu UMPTKIN di Indonesia, UINSA menyediakan kuota 845 camaba pada jalur tersebut atau 30 persen dari keseluruhan penerimaan maba untuk prodi agama. Sementara itu, penerimaan dari jalur SPAN PTKIN tercatat 50 persen dan jalur mandiri untuk prodi agama 20 persen.
Pendaftaran SPAN PTKIN dimulai pada 4 Maret–7 April. Proses seleksinya berlangsung pada 13–26 April. Hasil tes diumumkan pada 1 Mei dan registrasi ulang dilaksanakan pada 23 Mei. Pendaftaran UMPTKIN dilakukan pada 10 April–10 Mei. Ujiannya berlangsung serentak pada 23 Mei. Hasilnya diumumkan pada 19 Juni.
A'la menjelaskan, tahun ini ada pembaruan bagi siswa yang mendaftar melalui SPAN PTKIN. Yakni, siswa yang di sekolahnya mengikuti program akselerasi bisa mendaftar. Begitu pula sekolah yang telah menerapkan sistem satuan kredit semester. ’’Tahun lalu memang belum bisa, tapi tahun ini sudah dibuka,’’ tutur ketua umum SPAN UM PTKIN itu.
Langkah tersebut, menurut A'la, merupakan bentuk kemudahan bagi camaba untuk mendaftar. Bukan hanya itu, proses sosialisasi dan tanya jawab seputar seleksi juga bisa dilangsungkan melalui media sosial dan call center. Proses pembayaran sudah bisa dilaksanakan melalui virtual account.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UINSA Dr Syamsul Huda menambahkan, materi ujian untuk seleksi UMPTKIN tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, waktu mengerjakan soal dikurangi 30 menit. Tahun lalu panitia menyediakan waktu 90 menit untuk setiap jenis soal, sedangkan tahun ini hanya 60 menit. ’’Karena ujiannya hanya sehari, waktu harus dikurangi supaya cukup,’’ jelasnya.
Di sisi lain, tahun ini UINSA kembali menerima mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidikmisi. Kuota yang disediakan mencapai 173 anak. Jumlah itu tetap sama dengan tahun sebelumnya.
Syamsul menambahkan, tahun ini pendaftaran bidikmisi bersamaan dengan pengisian data untuk seleksi masuk. Baik melalui jalur SNM PTN, SBM PTN, SPAN, UMPTKIN, maupun jalur mandiri. ’’Setelah hasil dari pusat keluar, baru disebar ke masing-masing universitas untuk dilakukan verifikasi ulang,’’ tuturnya. (ant/c15/nda/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
