
Berry Angriawan/Hardianto mengandalkan keunggulan stamina lawan Hendra Setiawan/Tan Boon Heong.
JawaPos.com - Satu tempat di perempat final ganda putra Thailand Masters Grand Prix Gold 2017 berhasil diamankan oleh pasangan baru pelatnas, Berry Angriawan/Hardianto. Keduanya sukses menghadang pasangan senior yang merupakan unggulan kelima, Hendra Setiawan/Tan Boon Heong (Indonesia/Malaysia) dengan tiga set 15-21, 21-17, 24-22, Kamis (9/2).
Saat kehilangan set pertama, Berry/Hardianto sebetulnya telah menerapkan pola permainan yang benar dalam menghadapi Hendra/Tan. Akan tetapi pola permainan tersebut tak bisa mereka pertahankan dengan konsisten, sehingga seringkali kalah cepat dan banyak diserang oleh dua pemain senior tersebut.
“Di set pertama sudah benar mainnya, pengembalian pertama kedua sudah tahu dan nyambung pokoknya. Tetapi setelahnya kami keduluan terus, keserang terus. Set ketiga kami coba adu drive, soalnya stamina Tan kelihatan menurun, jadi kami kuat-kuatan saja,” jelas Berry dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
“Saat melawan senior sebetulnya lebih lepas, kami ingin membuktikan kalau kami bisa mengalahkan pasangan senior,” tambah Hardianto.
Menurut Berry, pasangan senior ini sebetulnya cukup berbahaya, apalagi secara individu kualitas permainan mereka sudah tidak diragukan lagi. Namun rotasi permainan Hendra/Tan masih menjadi titik lemah pasangan ini, maklum saja, Hendra/Tan baru saja berpasangan di awal tahun 2017.
“Perbedaannya Hendra/Tan dan Hendra/(Mohammad) Ahsan sih mungkin di rotasinya, kalau Hendra/Ahsan sudah sering latihan dan sama-sama tahu porsi masing-masing. Kalau Hendra/Tan mungkin karena belum sering latihan bersama, jadi rotasinya agak kagok,” kata Berry.
Saat adu setting, Berry tampak berbisik kepada Hardi sebelum melakukan servis. Apa yang disampaikan Berry kepada rekannya tersebut?
“Waktu itu saya bilang kalau kami jangan mikir lain-lain dulu, fokus saja, habis servis Hardi jaga depan, saya jaga belakang, siap terus, kakinya bergerak terus, jadi saling mengingatkan biar enggak lupa,” beber Berry.
Di babak perempat final, Berry/Hardianto akan berhadapan dengan Hiroki Okamura/Masayuki Onodera. Pasangan asal Jepang ini melaju ke babak perempat final hanya dengan kemenangan satu game saja setelah lawan mereka, Hoon Thien How/Teo Kok Siang (Malaysia), mundur pada set kedua dalam skor 21-15, 0-0.
“Pasangan Jepang ini biasanya banyak memberi pukulan-pukulan memanjang ke belakang, kami harus mewaspadai hal ini,” ucap Hardianto. (ira/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
