
Ilustrasi
JawaPos.com - Front Pembela Islam (FPI) menolak rencana sertifikasi ulama yang diwacanakan pemerintah. Menurut Ketua Umum FPI, Ahmad Sobri Lubis menegaskan, hal tersebut bagian dari syahwat politik penguasa
"Jadi sertifikasi ulama ini bagian syahwat politik penguasa, sarat nuansa politik kepentingan untuk mengkondisikan posisi ulama. Ini dibuat hanya untuk menimbulkan kekacauan saja, otomatis kita tolak," ujar Sobri di Gedung Dewan Da'wah Islamiah, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).
Sobri mengatakan, tugas ulama adalah menyampaikan firman Allah SWT untuk mengobati penyakit masyarakat."Sehingga tidak perlu diatur atau bahkan dihentikan dakwahnya. Ulama mau diatur-atur otomatis ditolak," tandasnya.
Untuk diketahui, wacana sertifikasi ulama ini mulai bergulir ketika Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP yang membidangi sosial dan keagamaan, Samsu Niang mengatakan, dalam rangka untuk pendataan ulama, sertifikasi ulama menurutnya perlu dilakukan. Hal ini guna mengetahui kapabilitas dan integritas para ulama.(dka/rmol/mam/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
