
Khoirun Nasirin
KOORDINASI dan komunikasi tidak harus bertatap muka pada era sekarang. Teknologi mempermudah mereka yang ingin melakukan dua hal itu. Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Waru memanfaatkan cara tersebut. Selain kumpul rutin, mereka menggunakan grup WhatsApp (WA) dan handy talky (HT) untuk berkoordinasi dengan semua desa. Setiap desa memiliki dua unit HT. Satu dipegang Kades, satu lagi perangkat desa. Biasanya, kepala seksi pemerintahan.
”HT aktif terus. Jadi, info apa pun bisa langsung dikabarkan lewat HT. Lebih mudah berkoordinasi sewaktu-waktu,” ujar Kepala Desa (Kades) Kepuhkiriman dan Ketua FKKD Kecamatan Waru Khoirun Nasirin.
Nasirin mengaku kerap kesulitan untuk mengumpulkan seluruh Kades di sana. Alasannya, kesibukan setiap Kades berbeda. Terkadang ada yang lebih mendesak sehingga terpaksa tidak bisa hadir dalam rapat FKKD. ”Kadang ada yang dipanggil DPRD, ada yang ke luar kota. Memang itu jadi tantangan tersendiri sebagai ketua,” ujarnya.
Merujuk pengalaman dalam salah satu pertemuan FKKD, Kades yang hadir bisa dihitung dengan jari. Padahal, total ada 17 desa dan kelurahan di Kecamatan Waru. ”Karena itu, peran HT dan grup WhatssApp itu penting sebagai penyampai informasi,” katanya.
Selain itu, Nasirin berusaha menyampaikan sendiri informasi tersebut setelah rapat usai. Karena itu, dia aktif berkeliling ke desa-desa. Cara penyampaiannya pun berbeda-beda. Mulai ngobrol santai di warung kopi hingga silaturahmi ke rumah Kades tersebut atau ke balai desa. Maksud kedatangannya menyampaikan informasi secara utuh. Sebab, tidak jarang yang diterima melalui HT dan grup WA hanya informasi inti. ”Biasanya, yang nggak datang selalu terima dengan hasil rapat, nggak protes. Mereka sudah paham dan percaya pada forum,” kata pengusaha sandal itu.
Menjadi ketua FKKD, Nasirin harus lebih cermat dalam melihat kebutuhan informasi desa lain. Misalnya, peraturan bupati menyebut bahwa kepala desa tidak memiliki wewenang untuk menentukan pengangkatan perangkat desa. Sebab, desa tidak mengakomodasi pemilihan tersebut. Namun, sejumlah warga masih tidak tahu itu. Akibatnya, Kades diprotes saat ada yang tidak cocok dalam proses pemilihan tersebut. ”Masalah seperti itu harus disikapi dengan bijak. Warga harus diberi pemahaman,” ujar Nasirin.
Dia juga harus mampu menjadi fasilitator yang bijak agar anggota FKKD lain turut aktif menyumbang saran dan berdiskusi untuk kemajuan bersama. Nasirin berharap desa-desa di Waru tidak berjalan sendiri. Satu dengan yang lain berjalan beriringan. Setiap ada masalah di satu desa, yang lain bisa memberikan solusi dan saran dalam FKKD. ”Kami mengakomodasi kebutuhan semua desa,” ucapnya.
Selain guyub, setiap desa harus tetap memiliki khas dan keunggulan masing-masing. Untuk Desa Kepuhkiriman, Nasirin memacu betul perkembangan industri rumah tangga alas kaki. Sebab, ada lebih dari 100 industri rumahan di desanya. Mereka memproduksi sandal. Penghasilan yang didapat tidak sedikit. ”Pihak desa juga sedang menggodok pembentukan BUMDes yang menaungi usaha itu,” ujarnya. (uzi/c6/dio/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
