Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 23.37 WIB

Dia Dilabeli Bocah Tak Berotak, Namun Keajaiban Terjadi Padanya

CERIA: Noah dan Shelly (kiri). - Image

CERIA: Noah dan Shelly (kiri).


JawaPos.com – Ketika dalam kandungan, ibu Noah Wall beberapa kali diminta untuk menggugurkan kandungannya. Dokter cemas dengan kesehatan Noah karena berdasar pemeriksaan, Noah mengalami kelainan. Lima kali dokter menawari orang tua Noah, Rob dan Shelly, agar menggugurkan Noah. Mereka mengatakan Noah akan hidup dengan kelainan karena volume otaknya sangat minim. Pasalnya, Noah hanya punya dua persen otak di kepalanya.



Tetapi, Rob dan Shelly tidak mendengarkan saran dokter. Mereka mempertahankan Noah. Pilihan mereka mendapatkan jawaban dari Yang Maha Kuasa. Noah hidup sehat sampai sekarang. Usianya sudah lima tahun dan yang mengejutkan, Noah bisa belajar dan berhitung satu sampai 10.



Keluarga kecil dari Cumbria, Inggris, itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dilabeli Anak Tak Berotak, Noah tumbuh ceria. Saat ini Noah memang belum bisa berjalan. Tetapi, bila melihat kondisi otak Noah yang minim, pertumbuhan Noah sangat mengejutkan.



Dikisahkan Shelly, di dalam kandungan Noah mengalami hidosefalus. Kepalanya membesar berisi cairan. ”Cairan itu menekan otak Noah sehingga tidak bisa berkembang,” kata Shelly. Noah yang tumbuh dengan pesat menjadi penyemangat bagi orang-orang di sekelilingnya. ”Dia adalah anak lelaki yang sangat-sangat spesial,” puji Shelly.



Dokter syaraf RS Anak Great North Newcastle, Inggris, Dr Claire Nicholson mengaku kalau kondisi Noah menjadi pelajaran penting bagi dunia medis. ”Dia mengajarkan kami sesuatu yang Anda tidak tahu sebelumnya,” katanya. ”Dia adalah anak luar biasa dengan dua orang tua yang luar biasa,” sambungnya.



Ditambahkan Shelly, Noah sekarang belajar mengatakan kalimat dengan lebih jelas. ”Dia juga mulai menulis dan bisa menuliskan namanya sendiri. Konsentrasinya dengan pena sangat tinggi. Saya tidak pernah membayangkan ini semua akan terjadi. Ini keajaiban,” tambah Shelly. (The Sun/tia)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore