
Ilustrasi
JawaPos.com - Keberadaan cabai semakin pedas. Bukan rasanya ya, tapi harganya yang semakin mahal. Saat ini Rp 80 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 60 ribu. Di sejumlah pasar tradisional persediannya pun tak banyak. Di Pasar BUMDes Desa Sukamanah para pedagang dan pembelinya sama-sama berkeluhkesah.
Udin (42) dan Asep Mulyana (34) misalnya. Warga Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah ini mengatakan, secara otomatis kenaikan akan mempengaruhi penjualan, sementara untungnya sedikit. Maka itu, belanja dikurangi tidak beli cabai rawit, keduanya menunggu harga normal kembali.
“Pembeli banyak beli hanya 1/2 hingga 1/4 kilogram saja, bahkan saat ini mayoritas banyak beli satu ons. Maka itu, mau untung bagimana bila harga cengek (cabai rawit maja, red). Jadi, terpaksa tidak terlalu banyak stok beli cengek,” akunya Rabu (8/2).
Beberapa pedagang penyebutkan, penjualan cengek saat ini paling dalam sehari habis sekitar 2 kilogram. Sebelumnya, bisa habis mencapai 10 kilogram. Pasalnya, melihat banyak pembeli beli satu ons dan keuntungan nihil alias tidak ada.
Asep Hermasyah (37) pedagang lainnya menambahkan, kalau sebelumnya ada cabai import dari Thailand. Waktu dulu harga sekitar Rp 50 ribu per kilogram. sekrang tidak ada lagi.
“Ya, paling juga ada beberapa pedagang stok cengeknya tersisa dan tidak habis. Akhirnya tidak terjual karena terlalu lama tidak laku penjualannya,” ucapnya. (pj/mat/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
