Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 22.10 WIB

Bayi Hasil Hubungan Sedarah Itu Dibuang ke Sungai, Ditemukan Warga Saat Cuci Muka

Tersangka Toli ketika memperagakan adegan membawa korban, yang diperagakan Polwan Polres Melawi, untuk melahirkan di salah satu Jamban, Sungai Pinoh, Rabu (8/2). - Image

Tersangka Toli ketika memperagakan adegan membawa korban, yang diperagakan Polwan Polres Melawi, untuk melahirkan di salah satu Jamban, Sungai Pinoh, Rabu (8/2).

JawaPos.com - Jajaran Polres Melawi menggelar rekonstruksi pembuangan bayi di Sungai Pinoh, Dusun Landau Beraoh, Desa Madong Raya, Kecamatan Tanah Pinoh, Melawi, Kalbar. Reka ulang itu dilakukan di lanting yang berada di Sungai Melawi, Desa Paal, Nanga Pinoh, Rabu (8/2).


Dua puluh satu adegan diperagakan tersangka Ardianto alias Toi. Bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan sedarah antara Toi dengan anaknya, sebut saja Bunga.


Reka ulang perkara dimulai dari adegan pertama (Rabu malam, 11/1, sekitar pukul 21.30). Sementara saat rekonstruksi tersebut Bunga diperagakan oleh Polwan Polres Melawi.


Awalnya, Bunga merasa mual seperti ingin Buang Air Besar (BAB) dan mengatakannya kepada Toi. Sementara, ibunya Bunga (istri Toi) pada saat itu sedang menginap di pondok ladang.


Toi yang sudah curiga bahwa bayi hasil hubungan sedarahnya itu akan lahir langsung mengambil sebilah parang dan mengajak Bunga ke lanting yang ada di Sungai Pinoh. Sebelum turun ke sungai, ia menyembunyikan parang.


Di dalam jamban, Bunga ditemani Toi yang memang sudah siap membuang bayi itu. Toi pun sempat naik ke atas mencari bambu untuk memotong tali ari-ari yang masih menempel. Setelah itu bayinya pun ditenggelamkan. Setelah menenggelamkan dan menghanyutkan bayi itu, Toi membawa Bunga naik ke atas dengan mengiringnya berlahan-lahan.


Sesampai di rumah, Toi bertanya, “Apakah masih keluar darah dari kelaminmu?”. Bunga menjawab, ”Masih, berdarah sedikit”. Mendengar itu, Toi menggiring Bunga ke dapur. Sesampai di dapur, ia membuka celana Bunga dan menyiramkan air ke bagian yang berdarah menggunakan gayung.


Setelah itu, Toi membawa Bunga ke dalam kamar. Di dalam kamar, Bunga mengambil selimut dan menutupi badannya. Sedangkan Toi pergi menuju kebun.


Dua hari setelah kejadian (Jumat, 13/1, sekitar pukul 06.00), seorang ibu rumah tangga, Sudarningsih, turun ke sungai untuk mencuci muka. Ia kaget dan tidak jadi karena melihat mayat bayi mengapung dan tersangkut di lanting. 


Sudarningsing berlari ke atas dan bertemu dengan Abdullah Saleh yang akan turun ke sungai. “Pak Abdullah, ada mayat bayi ngapung di lanting,” tuturnya.


Abdullah penasaran. Ia langsung turun ke lanting dan melihat mayat itu. Abdullah mengambil ranting kayu untuk membalikkan mayat itu. Dan memastikan jasad tersebut memang bayi.


Ia berpikir bagaimana cara mengangkat mayat itu agar tidak hanyut dengan mengalasi jarinya dengan daun pisang. Pada saat itu, datanglah Kepala Dusun dan anaknya. Mayat bayi itu diangkat ke atas lanting.


Kadus Landau Beraoh langsung mengubungi Kades Madong yang kemudian menelpon Polsek Tanah Pinoh (Kota Baru). Polisi membawa karyawan Puskesmas Kota Baru ke lokasi bersama-sama melakukan identifikasi. Kemudian memakamkan bayi tersebut.


Namanya desa kecil, isu seorang perempuan berubah bentuk badannya pasti terdengar. Dan, kondisi Bunga diketahui yang sebelumnya buncit kini kurus secara drastis.


Bunga pun diperiksa hingga mengakui bahwa memang dirinyalah yang sudah melahirkan bayi tersebut di jamban ketika buang air besar tiga hari sebelum penemuan. Dari pengakuannya, muncul nama ayah kandungnya, Toi sebagai bapak dari bayi tersebut.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore