
Ilustrasi
JawaPos.com - Peradangan pada hati karena toksin atau racun seperti kimia atau obat dapat menimbulkan hepatitis. Bila hepatitis berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, sedangkan hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.
Hepatitis terjadi karena lima virus hepatitis yaitu A, B, C, D, dan E. Itu bisa terjadi karena infeksi virus lainnya seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus.
Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan seperti dilansir Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok, Kamis (9/2).
Penyebab Hepatitis
Penularan hepatits masing-masing berbeda medianya dari semua jenis hepatitis, namun yang sangat umum penularan terjadi karena kontak secara langsung, melalui media yang sering dipakai secara bergantian, hubungan seksual, jarum suntik atau narkoba, kontak transfusi darah, dan melalui ibu saat di dalam kandungan.
Gejala Hepatitis
Hampir semua hepatitis memiliki gejala yang sama yaitu awalnya badan terasa panas, mual, dan kadang-kadang muntah. Setelah beberapa hari air seni berwarna seperti teh tua, kemudian mata terlihat kuning, dan akhirnya seluruh kulit tubuh menjadi kuning. Ada tiga stadium pada semua jenis hepatitis.
Stadium prodromal atau periode praikterus. Kondisi ini pasien mulai memperlihatkan tanda-tanda penyakit. Stadium ini disebut praikterus karena ikterus belum muncul. Stadium ini berlangsung 1-2 minggu ditandai sakit kepala, gejala infeksi saluran napas, dan nyeri otot, serta gejala lainnya.
Stadium ikterus. Berlangsung 2-3 minggu atau lebih ditandai timbulnya ikterus sehingga memburuknya semua gejala prodromal, pembesaran dan nyeri hati, splenomegali, dan mungkin gatal di bagian kulit. Stadium pemulihan. Biasanya timbul dalam 2-4 bulan. Gejala ikterus mereda, nafsu makan pulih, dan tanda-tanda membaik lainnya.
Pencegahan Hepatitis
Caranya dengan vaksinasi namun saat ini baru ada vaksin hepatitis B saja. Hepatitis B paling banyak diselidiki baik mengenai perjalanan penyakitnya maupun komplikasinya. Selain itu, hindari konsumsi alkohol, hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, diet sehat dan seimbang, perbanyak buah dan sayur, olahraga, istirahat cukup. (cr1/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
