
ALAMI: Dari kiri, Rahmat, Eka Suryana, dan Agus Beruang di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan. Di kejauhan tampak seekor beruang madu berkeliaran.
Kasus telantarnya beruang madu di Kebun Binatang Bandung memantik keprihatinan berbagai pihak. Termasuk pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan yang tertarik untuk menyelamatkan satwa dilindungi itu.
MOCHAMAD SALSABYL ADN, Balikpapan
TERIK matahari cukup menyengat di KWPLH, Jalan Soekarno-Hatta Km 23, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (4/2). Akhir pekan itu, kawasan milik pemerintah daerah yang kini dikelola lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pro Natura tersebut terlihat lengang. Belum terlihat pengunjung yang ingin melihat aktivitas beruang-beruang madu yang lucu-lucu itu.
Memang, saat itu jam belum menunjukkan pukul 15.00, saat beruang madu dikeluarkan dari kandangnya. Dua kali dalam sehari beruang madu dibiarkan berkeliaran di habitatnya di hutan. Selain pukul 15.00, binatang yang memiliki nama latin Helarctos malayanus euryspilus itu juga dikeluarkan dari kandangnya pukul 09.00. Saat itulah masyarakat bisa menyaksikan puluhan beruang madu yang ditangkarkan tersebut beraktivitas di alam bebas.
Di samping agar mereka tetap merasa nyaman hidup di habitatnya, jam itu merupakan waktu makan bagi satwa langka itu. Mereka akan mencari makanan yang disebar di pinggiran hutan dekat boardwalk (wilayah pengamatan beruang).
’’Kami sengaja menyebar dan menyembunyikan makanan beruang-beruang itu supaya hidung dan kaki-kaki mereka terus terlatih,’’ jelas Agus Beruang, koordinator keeper beruang di KWPLH.
Meski awalnya terlihat sepi, sore itu ternyata lumayan banyak warga yang ingin menyaksikan perkembangan beruang-beruang madu yang ditangkarkan di situ. Mereka antusias melihat gerak-gerik hewan buas tersebut. ’’Jangan dekat-dekat ya. Nanti mereka ketakutan,’’ pesan Agus kepada para pengunjung.
Pria berambut gimbal itu sudah 10 tahun ini dipercaya merawat dan merehabilitasi beruang-beruang madu yang sebelumnya dipelihara warga di rumah tersebut. Tak heran bila dia sangat paham kebiasaan binatang pemalu dan senang menyendiri itu.
Menurut Agus, kini beruang-beruang madu tersebut mulai menemukan habitatnya lagi. Mereka sudah kembali ke sifat alaminya di hutan. Misalnya, mereka tidak lagi menunggu pemberian makanan dari orang sebagaimana yang terlihat di Kebun Binatang Bandung.
’’Mereka tidak lari karena orang-orang yang berada di sini tidak berbahaya. Tapi, mereka baru agresif ketika orang itu mengganggunya. Mereka bisa menyerang,’’ tegasnya.
Agus menyatakan prihatin atas nasib beruang madu penghuni Kebun Binatang Bandung. Fisik maupun tingkah lakunya berbanding terbalik dengan beruang-beruang madu yang ’’disekolahkan’’ di KWPLH Balikpapan sebelum dikembalikan ke habitat aslinya di hutan Kalimantan.
’’Saya bukan ahli beruang madu. Tapi, dari pengalaman kerja saya di sini selama 10 tahun, saya tahu bagaimana perilaku beruang yang normal dan tidak,’’ katanya.
Salah satu relawan senior KWPLH, Eka Suryana, menambahkan, pihaknya bukan tidak ingin merawat beruang-beruang madu yang bernasib malang di Bandung tersebut. Masalahnya, jumlah satwa pemakan apa saja itu di KWPLH sudah melebihi kapasitas.
Di antara spesies beruang lainnya, daya jelajah beruang madu memang terbilang cukup kecil. Namun, lahan 1,3 hektare yang dikelola KWPLH tidak cukup untuk menampung beruang-beruang madu yang ada. Seekor beruang madu idealnya mempunyai wilayah jelajah 5–25 kilometer persegi.
’’Enklosur (kawasan konservasi, Red) ini awalnya dirancang hanya untuk lima ekor beruang. Tapi, sekarang populasinya lebih dari itu. Karena itu, kami harus membagi kawasan untuk beruang yang masih muda agar bisa tumbuh dan berkembang,’’ jelasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
