Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 17.44 WIB

Dari Rumah Warga, Beruang Madu Kembali ke Habitat Hutan

ALAMI: Dari kiri, Rahmat, Eka Suryana, dan Agus Beruang di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan. Di kejauhan tampak seekor beruang madu berkeliaran. - Image

ALAMI: Dari kiri, Rahmat, Eka Suryana, dan Agus Beruang di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan. Di kejauhan tampak seekor beruang madu berkeliaran.

Kasus telantarnya beruang madu di Kebun Binatang Bandung memantik keprihatinan berbagai pihak. Termasuk pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan yang tertarik untuk menyelamatkan satwa dilindungi itu.



MOCHAMAD SALSABYL ADN, Balikpapan



TERIK matahari cukup menyengat di KWPLH, Jalan Soekarno-Hatta Km 23, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (4/2). Akhir pekan itu, kawasan milik pemerintah daerah yang kini dikelola lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pro Natura tersebut terlihat lengang. Belum terlihat pengunjung yang ingin melihat aktivitas beruang-beruang madu yang lucu-lucu itu.


Memang, saat itu jam belum menunjukkan pukul 15.00, saat beruang madu dikeluarkan dari kandangnya. Dua kali dalam sehari beruang madu dibiarkan berkeliaran di habitatnya di hutan. Selain pukul 15.00, binatang yang memiliki nama latin Helarctos malayanus euryspilus itu juga dikeluarkan dari kandangnya pukul 09.00. Saat itulah masyarakat bisa menyaksikan puluhan beruang madu yang ditangkarkan tersebut beraktivitas di alam bebas.


Di samping agar mereka tetap merasa nyaman hidup di habitatnya, jam itu merupakan waktu makan bagi satwa langka itu. Mereka akan mencari makanan yang disebar di pinggiran hutan dekat boardwalk (wilayah pengamatan beruang).


’’Kami sengaja menyebar dan menyembunyikan makanan beruang-beruang itu supaya hidung dan kaki-kaki mereka terus terlatih,’’ jelas Agus Beruang, koordinator keeper beruang di KWPLH.


Meski awalnya terlihat sepi, sore itu ternyata lumayan banyak warga yang ingin menyaksikan perkembangan beruang-beruang madu yang ditangkarkan di situ. Mereka antusias melihat gerak-gerik hewan buas tersebut. ’’Jangan dekat-dekat ya. Nanti mereka ketakutan,’’ pesan Agus kepada para pengunjung.


Pria berambut gimbal itu sudah 10 tahun ini dipercaya merawat dan merehabilitasi beruang-beruang madu yang sebelumnya dipelihara warga di rumah tersebut. Tak heran bila dia sangat paham kebiasaan binatang pemalu dan senang menyendiri itu.


Menurut Agus, kini beruang-beruang madu tersebut mulai menemukan habitatnya lagi. Mereka sudah kembali ke sifat alaminya di hutan. Misalnya, mereka tidak lagi menunggu pemberian makanan dari orang sebagaimana yang terlihat di Kebun Binatang Bandung.


’’Mereka tidak lari karena orang-orang yang berada di sini tidak berbahaya. Tapi, mereka baru agresif ketika orang itu mengganggunya. Mereka bisa menyerang,’’ tegasnya.


Agus menyatakan prihatin atas nasib beruang madu penghuni Kebun Binatang Bandung. Fisik maupun tingkah lakunya berbanding terbalik dengan beruang-beruang madu yang ’’disekolahkan’’ di KWPLH Balikpapan sebelum dikembalikan ke habitat aslinya di hutan Kalimantan.


’’Saya bukan ahli beruang madu. Tapi, dari pengalaman kerja saya di sini selama 10 tahun, saya tahu bagaimana perilaku beruang yang normal dan tidak,’’ katanya.


Salah satu relawan senior KWPLH, Eka Suryana, menambahkan, pihaknya bukan tidak ingin merawat beruang-beruang madu yang bernasib malang di Bandung tersebut. Masalahnya, jumlah satwa pemakan apa saja itu di KWPLH sudah melebihi kapasitas.


Di antara spesies beruang lainnya, daya jelajah beruang madu memang terbilang cukup kecil. Namun, lahan 1,3 hektare yang dikelola KWPLH tidak cukup untuk menampung beruang-beruang madu yang ada. Seekor beruang madu idealnya mempunyai wilayah jelajah 5–25 kilometer persegi.


’’Enklosur (kawasan konservasi, Red) ini awalnya dirancang hanya untuk lima ekor beruang. Tapi, sekarang populasinya lebih dari itu. Karena itu, kami harus membagi kawasan untuk beruang yang masih muda agar bisa tumbuh dan berkembang,’’ jelasnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore