
KEJAR TARGET: Pekerja di lokasi pembangunan proyek LRT di samping jalan tol Jagorawi, Cililitan, Jakarta Timur
JawaPos.com - Pemerintah berupaya mencari cara agar proyek light rail transport (LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi terus berjalan. Proyek yang menelan dana Rp 22,5 triliun itu memang sedang kekurangan anggaran.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, opsi yang dipertimbangkan pemerintah adalah Adhi Karya menerbitkan instrumen investasi dengan penjaminan pemerintah atau pembiayaan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
"Kita akan package memanfaatkan penjaminan pemerintah atau sebagian mendapatkan dukungan APBN,'' ujar Rini di sela acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, kemarin (8/2).
Alternatif pembiayaan yang akan dilakukan BUMN adalah menerbitkan sukuk yang disertai jaminan pemerintah. Dengan demikian, kuponnya bisa lebih rendah. "Kita selesaikan dalam dua hari,'' katanya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pemerintah sedang mencari jalan keluar untuk masalah pembiayaan proyek kereta ringan di Palembang dan Jabodebek. Opsi utamanya adalah kombinasi pembiayaan LRT Jabodetabek melalui skema public service obligation (PSO), penjaminan pemerintah, hingga penerbitan instrumen investasi. "Kami akan mencoba untuk mencari jalan agar proyek itu tetap berjalan tepat waktu,'' imbuhnya.
Sri menegaskan, dana proyek infrastruktur tidak harus berasal dari APBN. Pemerintah bisa memberi penjaminan terhadap opsi pembiayaan yang dilakukan BUMN sehingga investor confident untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis.
Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta Adhi Karya ikut menyuntik modal untuk proyek LRT. BUMN karya tersebut diminta tidak hanya menjadi kontraktor, tetapi juga menjadi investor.
Proyek LRT di Palembang dan Jabodetabek diperkirakan membutuhkan dana Rp 30 triliun. Proyek LRT di Palembang tidak terhambat masalah pendanaan sehingga bisa selesai sebelum Asian Games pada Agustus 2018. Namun, proyek LRT Jabodebek justru terkendala pendanaan. Hingga saat ini, kemajuan proyek itu baru mencapai 12 persen. Meski terkendala anggaran, pemerintah optimistis LRT Jabodebek bisa selesai pada 2019. (dee/c21/noe)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
