Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 16.14 WIB

Kurang Dana, Pemerintah Cari Opsi Pembiayaan LRT Jabodebek

KEJAR TARGET: Pekerja di lokasi pembangunan proyek LRT di samping jalan tol Jagorawi, Cililitan, Jakarta Timur - Image

KEJAR TARGET: Pekerja di lokasi pembangunan proyek LRT di samping jalan tol Jagorawi, Cililitan, Jakarta Timur

JawaPos.com - Pemerintah berupaya mencari cara agar proyek light rail transport (LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi terus berjalan. Proyek yang menelan dana Rp 22,5 triliun itu memang sedang kekurangan anggaran.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, opsi yang dipertimbangkan pemerintah adalah Adhi Karya menerbitkan instrumen investasi dengan penjaminan pemerintah atau pembiayaan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN). 

"Kita akan package memanfaatkan penjaminan pemerintah atau sebagian mendapatkan dukungan APBN,'' ujar Rini di sela acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, kemarin (8/2).

Alternatif pembiayaan yang akan dilakukan BUMN adalah menerbitkan sukuk yang disertai jaminan pemerintah. Dengan demikian, kuponnya bisa lebih rendah. "Kita selesaikan dalam dua hari,'' katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pemerintah sedang mencari jalan keluar untuk masalah pembiayaan proyek kereta ringan di Palembang dan Jabodebek. Opsi utamanya adalah kombinasi pembiayaan LRT Jabodetabek melalui skema public service obligation (PSO), penjaminan pemerintah, hingga penerbitan instrumen investasi. "Kami akan mencoba untuk mencari jalan agar proyek itu tetap berjalan tepat waktu,'' imbuhnya.

Sri menegaskan, dana proyek infrastruktur tidak harus berasal dari APBN. Pemerintah bisa memberi penjaminan terhadap opsi pembiayaan yang dilakukan BUMN sehingga investor confident untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis.

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta Adhi Karya ikut menyuntik modal untuk proyek LRT. BUMN karya tersebut diminta tidak hanya menjadi kontraktor, tetapi juga menjadi investor.

Proyek LRT di Palembang dan Jabodetabek diperkirakan membutuhkan dana Rp 30 triliun. Proyek LRT di Palembang tidak terhambat masalah pendanaan sehingga bisa selesai sebelum Asian Games pada Agustus 2018. Namun, proyek LRT Jabodebek justru terkendala pendanaan. Hingga saat ini, kemajuan proyek itu baru mencapai 12 persen. Meski terkendala anggaran, pemerintah optimistis LRT Jabodebek bisa selesai pada 2019. (dee/c21/noe) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore