
Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno di dampingi petinggi Bank Mandiri di Mandiri Investment Forum (MIF) 2017, Rabu (8/2).
Target pertumbuhan ekonomi melebihi 5,1 persen membutuhkan investasi. Tahun ini pemerintah mengklaim kondisi fiskal lebih prudent, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).
Selain infrastruktur, pemerintah berharap investasi diarahkan ke sektor-sektor lain. Apalagi, pemerintah telah membuka investasi asing 100 persen di bidang pariwisata, film, farmasi, marketplace, dan e-commerce.
''Ini meningkatkan ease of doing business ke ranking ke-91 atau naik 15 peringkat dari tahun sebelumnya,'' kata Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Mandiri Investment Forum kemarin (8/2).
Selain pariwisata, pemerintah berupaya menggenjot investasi di sektor kesehatan. Sebab, kontribusi sektor kesehatan terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 2,8 persen. Di Asia Tenggara, sektor kesehatan menyumbang rata-rata 4,6 persen dari PDB. Jika sektor kesehatan tumbuh, industri seperti farmasi, properti, dan asuransi ikut mengalami pertumbuhan.
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,02 persen pada 2016 cukup baik untuk kategori negara pengekspor komoditas. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 1 persen, dibutuhkan peningkatan pertumbuhan investasi 6,4 persen. ''Tapi, pertumbuhan ekonomi ke 6 persen dari 5,02 persen, rasanya, tidak mungkin. Kalau 5 persen hingga 5,2 persen, baru realistis,'' tuturnya.
Demi meningkatkan investasi, Chatib menilai bank harus mampu meningkatkan loan to deposit ratio(LDR) yang tahun lalu mencapai 93 persen. Investasi harus didorong memanfaatkan kredit bank sehingga pertumbuhan kredit bisa tembus double-digit.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai faktor investasi bakal terus terpengaruh keyakinan pelaku pasar. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,1 persen diyakini mampu membentuk optimisme. Namun, ketika ada hambatan dari sisi inflasi, diyakini tetap terjadi pertumbuhan ekonomi. ''Government spending akan dijaga supaya tidak menimbulkan gangguan,'' ungkapnya.
Sri mengakui, pemangkasan anggaran Rp 137,6 triliun pada APBNP tahun lalu memengaruhi pencapaian pertumbuhan ekonomi. Belanja kementerian dan lembaga terpangkas Rp 64,7 triliun. Selain itu, ada penghematan dana transfer ke daerah Rp 70,1 triliun dan dana desa Rp 2,8 triliun. (rin/dee/c14/noe)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
