
Empat pemuda yang menyebarkan brosur kampanye hitam diamankan Panwascam Matraman.
JawaPos.com - Panwascam Matraman menangkap empat pemuda yang diduga menyalahi aturan pilkada di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (8/2). Mereka diduga menyebarkan brosur kampanye hitam dan menyudutkan dua paslon gubernur dan wagub pada Pilgub DKI 2017.
Ketua Panwascam Matraman Gustaaf AP Thei menerangkan, aksi mereka diketahui setelah Ketua RT 011 RW 10 Pisangan Baru Azis Hermawan menemukan brosur yang mendeskreditkan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, di teras rumahnya, sekira pukul 12.05.
"Beliau tahu dulu. Intinya, nyebar brosur di depan teras. Kok (isi brosurnya) provokatif," ujar dia, di Kantor Panwascam Matraman, Jalan Balai Rakyat, Pisangan Baru, Matraman.
Mengetahui brosur tersebut menyudutkan paslon, Azis mencoba menggali informasi ke tetangganya, apakah menerima brosur itu atau tidak. Dia juga memeriksa di wilayah RW 09. Lalu, ketua KPPS 034 ini mencoba mencari jejak pelaku. Akhirnya, keempat remaja yang menyebarkan brosur tersebut ditemukan sedang beristirahat di Pos Keamanan RW 10.
Saat bertemu, Azis terlebih dahulu bertanya kepada para pelaku. "Apa maksud dan tujuannya nyebar brosur? Sudah dibaca isinya belum?" katanya mengulang beberapa pertanyaannya kepada para pelaku. Sebelum pelaku dilaporkan ke pihak berwajib dan panwascam, Azis sempat menghubungi timses yang calonnya disudutkan. Setelah itu, dia telepon Polsek Matraman.
Pantauan di lokasi, keempat pelaku kini sudah diamankan di Kantor Panwascam Matraman. Mereka sedang dimintai keterangan oleh Gustaaf. Adapun barang bukti sementara yang berhasil diamankan, berupa brosur, KTP, handphone, SIM, dan dua unit sepeda motor.
Wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, bukan lokasi pertama menyebaran brosur kampanye hitam yang dilakukan empat pemuda ini. Berdasarkan pengakuan para pelaku, kata Gustaaf, mereka sudah beraksi di Gandaria, Jakarta Selatan, sehari sebelumnya (Selasa, 7/2).
"Jaksel hari lain. Jadi, mereka terima order hari kedua (sebar brosur di Matraman)," ujarnya. Meski demikian, Panwascam Matraman takkan berkoordinasi dengan Panwascam Gandaria. Sebab, sudah berbeda wilayah kerja. "Kita cukup (koordinasi) tingkat kota dan provinsi. Nanti biar provinsi yang berkoordinasi dengan mereka (Panwascam Gandaria)," jelas Gustaaf.
Keempat pelaku yang berdomisili di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kini masih diamankan di Kantor Panwascam Matraman dan dimintai keterangan oleh Gustaaf serta disaksikan Camat Matraman, Achmad Salahuddin. Adapun identitas keempat pelaku adalah AH, SI (22), MN (19), FZ (19).
Hamid tercatat sebagai mahasiswa semester V di UIN Syarif Hidayatullah dan tiga lainnya adalah karyawan swasta. Sedangkan barang bukti sementara yang diamankan adalah KTP, SIM, brosur, handphone, dan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menyebarkan materi kampanye hitam. (wsa/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
