
Ilustrasi
JawaPos.com - Tiga insiden pelemparan bom molotov ke posko dan rumah anggota Front Pembela Islam (FPI) membikin mereka makin waspada. Setelah sebelumnya terjadi di posko DPC FPI Pasar Rebo dan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, kali ini pemboman diarahkan ke Meruya, Jakarta Barat.
Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin, yakin aksi tersebut dilatari karena FPI getol memerangi kebangkitan paham komunis di Indonesia saat ini.
"(Yang kena bom molotov) majelis taklim ustad nih. Dilempar cuma gara-gara ustad ini simpati dengan perjuangan FPI malah dilemparin gitu," ujarnya, Rabu (8/2).
Belajar dari pengalaman tesebut, Novel mengaku bahwa FPI saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan dan memperketat penjagaan posko-posko dan rumah pentolan FPI untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Oh iya (memperketat penjagaan) FPI memang sudah difungsikan setiap anggota FPI memang untuk mengawal kiai dan ustad-ustad gitu, memang tugas kita," pungkas Novel.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Royce Harry Langie memastikan, pihaknya tidak tinggal diam atas peristiwa tersebut. Pasalnya, polisi sedang mendalami kasus pelemparan bom molotov di salah satu rumah anggota Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Barat oleh orang tak dikenal. "Masih kita dalami," kata Royce di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/2).
Lebih lanjut, Royce membantah bahwa yang dilempari bom molotov tersebut merupakan markas FPI. Rumah tersebut milik Wawan Gunawan yang kebetulan berstatus anggota FPI. "Bukan (markas FPI), itu rumah, rumah Pak Wawan, katanya salah satu anggota tapi kita belum jelas kedudukan beliau dalam FPI itu apa," pungkas Royce.(prs/rmol/mam/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
