Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 06.02 WIB

Kandas di Babak Kedua, Jonatan Christie Perlu Introspeksi

Jonatan Christie banyak melakukan kesalahan saat menghadapi tunggal putra nonunggulan asal India, Aditya Joshi. - Image

Jonatan Christie banyak melakukan kesalahan saat menghadapi tunggal putra nonunggulan asal India, Aditya Joshi.

JawaPos.com - Tunggal putra unggulan keempat asal Indonesia, Jonatan Christie, tertunduk lesu saat bola pengembaliannya menyangkut di net. Kesalahan ini sekaligus mengandaskan langkah Jonatan di babak kedua Thailand Masters Grand Prix Gold 2017.


Jonatan dipaksa menyerah dua set langsung dari pebulu tangkis nonunggulan asal India, Aditya Joshi, dengan skor 16-21, 19-21, Rabu (8/2). Hasil ini memang bisa dibilang mengejutkan dengan status Jonatan sebagai unggulan keempat. 


Di atas kertas, dia lebih dijagokan untuk menang ketimbang Joshi. Namun, Jonatan hari ini di bawah performa terbaiknya. Sederet kesalahan yang tak perlu justru sering dilakukannya. Ssebagian besar poin yang diraih Joshi adalah buah dari kesalahan Jonatan.


Jonatan sudah mencoba untuk bangkit pada set kedua. Dia mampu mengimbangi permainan Joshi dan sesekali unggul dalam perolehan angka. Saat kedudukan imbang 19-19, Jonatan lagi-lagi melakukan unforced errors yang kembali menguntungkan lawan. Tak seperti biasanya, smash keras Jonatan tak dapat dijadikan senjata yang mematikan, pertahanannya pun kerap dibobol oleh Joshi.


“Saya tidak dapat keluar dari tekanan saat bertanding. Ini membuat saya tidak bisa tampil maksimal hari ini,” kata Jonatan seraya menutup wajahnya dengan handuk.


“Penampilan Jonatan malam ini memang diluar prediksi saya, seorang Jonatan masih perlu waktu untuk mengatasi masalah di lapangan. Sekarang lawan-lawan sudah tahu siapa Jonatan, peringkatnya berapa. Bukannya berpikir bagaimana cara main, cara menerapkan stroke-nya, tetapi dia hanya berpikir bahwa Jonatan tidak boleh kalah, nah ini yang bikin kacau,” jelas Pelatih Kepala Tunggal Putra Hendry Saputra, dalam rilis PBSI yang diterima JawaPos.com.


“Kekalahan ini sudah pasti karena faktor non-teknis, tadi kan gampang sekali mati sendiri. Tetapi ini tidak bisa dijadikan alasan, Jonatan perlu introspeksi. Dia harus mencari cara mengatasi dan menyesuaikan diri jika kembali berada di situasi seperti ini,” sambungnya.


Dikatakan Hendry, kekalahan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Jonatan. Seandainya dia menang, mungkin Jonatan tak menyadari kekurangannya ini dan tak dapat belajar mengatur cara berpikirnya. Di turnamen level superseries premier yang tingkatannya lebih tinggi, Jonatan tak jarang membuat kejutan, dia bahkan mampu menembus babak empat besar di Malaysia Superseries Premier 2016.


“Kalau tanding dari level superseries premier ke level grand prix gold harusnya kan lebih ringan. Tetapi di premier itu lawannya lebih berat, Jonatan mainnya lebih lepas. Sedangkan di level grand prix gold, dia merasa harus bisa menang dari lawan-lawannya. Makanya, Jonatan harus ‘lebih matang’ lagi,” tambah Hendry.


Berbeda nasib dengan Jonatan, beberapa rekannya di Pelatnas sukses melaju ke babak 16-besar. Sebut saja Ihsan Maulana Mustofa, Muhammad Bayu Pangisthu, Firman Abdul Kholik, dan Anthony Sinisuka Ginting. Tunggal putra non-Pelatnas, Tommy Sugiarto, juga melaju. Begitu pula dengan Androw Yunnato (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore