Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 04.59 WIB

Timo Siapkan Double Pivot untuk Meredam Agresivitas Persib

SIAPKAN FORMASI: Pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann, tidak punya target tinggi saat bersua Persib. - Image

SIAPKAN FORMASI: Pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann, tidak punya target tinggi saat bersua Persib.

JawaPos.com - Pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann berencana menerapkan skema baru, yakni 4-2-3-1. Double pivot disiapkan untuk meredam agresivitas gelandang Persib pada laga kedua Piala Presiden 2017, Minggu (12/2).


Timo sendiri sejatinya tidak punya target tinggi saat bersua Persib. Hasil akhir dijadikan nomor dua. Pria berpaspor Jerman ini mengutamakan latihan mental dan proses pemantapan skema baru.


Memenangi pertarungan di lini tengah juga jadi prioritas. Guna menghambat alur serangan lawan. Formasi ini bukan hal baru bagi Timo. Dalam persiapan awal, dia memang ingin menerapkan formasi ini dalam gelaran Liga 1 2017.


Ketika menghadapi Persela Lamongan di laga perdana, Timo memilih formasi 4-1-4-1 karena Absor Fauzi cs baru paham cara kerja skema ini. “Sebenarnya, butuh waktu tiga minggu untuk belajar formasi ini. Tapi karena waktu yang tersedia hanya seminggu, saya harus padatkan program supaya bisa maksimal,” kata Timo kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group).


“Untuk saat ini, saya belum bisa bicara hasil akhir. Sebab, tujuan kami di event ini untuk menambah pengalaman pemain. Bukan saatnya bicara hasil akhir. Nanti kalau di Liga 1 baru bisa,” sambungnya.


Menghadapi Persib, penggawa Beruang Madu diklaim akan merasakan tekanan level 4. Bukan hanya mendapat pressure dari suporter yang terkenal fanatik, tapi juga tekanan dari pemain bintang yang ada di skuad Persib. 


“Kalau kemarin saat menghadapi Persela Lamongan, kami masih mendapatkan tekanan level 3. Lawan tuan rumah Persib, ini sudah level 4. Anak-anak harus bisa menghadapi tekanan klub yang punya materi bagus dan memang berkualitas,” tegas Timo.


Menurutnya, ujian level 4 sangat bagus untuk timnya yang banyak dihuni pemain muda. Setidaknya, ini akan membuat para pemain terbiasa dan tidak canggung ketika mentas di kompetisi sesungguhnya. Seperti diketahui, dalam gelaran Liga 1, setiap kontestan diwajibkan menurunkan tiga pemain muda di setiap pertandingan. (ndu/is/k18/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore