
Ilustrasi
JawaPos.com -Tiga pengembang properti anak badan usaha milik negara (BUMN) mengincar dana Rp 6,9 triliun dari pasar modal. Ketiganya memiliki bisnis andalan membangun proyek properti hunian vertikal.
Ketiga pengembang itu adalah PT Wika Gedung anak usaha PT Wijaya Karya Tbk. Lalu, PT Adhi Persada Properti (PT Adhi Jarya Tbk) dan PT HK Realtindo (PT Hutama Karya Tbk).
Ketiga perusahaan ini tengah menunggu lampu hijau dari Kementerian BUMN untuk melantai di pasar modal melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO).
Ini disampaikan Direktur Utama PT Adhi Persada Properti (APP) Agus Sitaba, Direktur Properti Wika Gedung Nur Al Fata, Sekretaris Perusahaan PTHK Realtindo (HKR) Anri Rienal Siregar, Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP) Pulung Prahasto.
"Wika Gedung berencana IPO tahun ini, persiapan sudah dilakukan. Kami menunggu lampu hijau dari Kementerian BUMN. Proses dana yang kami targetkan mininal Rp 3 triliun," tutur Al Fata.
Dia menjelaskan, menjadi perusahaan terbuka akan memacu untuk bertumbuh (growth) dan berkelanjutan (sustain) serta lebih transparans (governance). Wika Gedung meyakini jika perusahaan dikelola secara governance akan menghasilkanperfomance yang baik sehingga harapan pemegang saham untuk terus tumbuh dansustainable akan tercapai.
Di sisi lain, APP menanti waktu yang tepat untuk masuk pasar modal. "Kami berencana IPO awal 2018. Persiapan sudah dilakukan, sedangkan dana dari IPO diharapkan Rp 2,5 triliun atau lebih," jelas Agus Sitaba.
Kesiapan melantai di pasar modal juga dilontarkan manajemen HKR. Pengembang itu mengaku bahwa secara prinsip telah memeuhi persyaratan untuk melantai di bursa karena sudah melengkapi semua komponen dan kolateral terkait persiapan go public.
"Pemegang saham, dalam hal ini perusahaan induk juga sudah memberikan lampu hijau dalam rangka persiapan IPO," kata Anri Rienal.
Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menggelar roadshow ke beberapa investor baik dalam dan luar negeri juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Untuk jadwal go public, HKR masih menunggu aba-aba dari Kementerian BUMN terkait persiapan holdingisasi BUMN Karya dan Perumahan yang rencananya siap dirampungkan semester pertama tahun ini.
"Kami masih optimis menetapkan target IPO sebesar Rp 1,4 triliun dengan book value perusahaan senilai Rp 7 triliun," ujarnya. (ers/indopos/nas/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
