
Ilustrasi
JawaPos.com- Penumpang di Terminal Patria, Blitar digegerkan dengan kecelakaan tragis. Seorang nenek yang baru saja turun dari bus dan menuju pintu keluar terminal tewas setelah dilindas bus.
Nenek malang itu diketahui bernama Sumijah, warga Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Nenek 56 tahun tersebut mengalami kecelakaan di area atau kompleks parkir Terminal Patria, Selasa (7/2).
Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, nyawa Sumijah tidak bisa diselamatkan. Dia menderita luka cukup parah di kedua kakinya setelah dilindas ban belakang sisi kanan bus Zena nopol N 7005 yang disopiri Djoko Mulyono, warga Kota Malang. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 07.45. Penyebab kecelakaan masih diselidiki Unit Laka Lantas Polres Blitar Kota.
Sementara itu, sopir bus diamankan polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kendaraan berupa bus disita di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Blitar, Jalan Sumatera. Selain sopir, polisi memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kecelakaan tersebut berawal saat bus Zena keluar dari terminal pada pukul 07.45. Rencananya, bus yang telah mengangkut sejumlah penumpang itu menuju Malang. ’’Sudah ada penumpangnya,” ungkap Susilo, petugas dinas perhubungan, kemarin.
Dia menjelaskan, kecelakaan itu terjadi saat bus sudah melaju dan hendak keluar terminal. Namun, pada saat bersamaan, Sumijah berjalan menuju pintu keluar terminal.
’’Dia (Sumijah) juga baru saja turun dari bus Harapan. Sepertinya dia baru dari Trenggalek,” kata pria 49 tahun yang saat kecelakaan terjadi sedang sibuk mengatur area parkir terminal itu.
Tidak disangka, sebelum keluar dari pintu terminal, tiba-tiba bus membentur tubuh Sumijah. Akibat benturan itu, kaki Sumijah yang sudah renta terlindas ban belakang bus sebelah kanan. Kedua kakinya remuk. Sontak, sopir bus menghentikan laju kendaraannya dan melihat situasi di luar.
Tubuh Sumijah terkapar bersimbah darah di aspal. Petugas terminal dan sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berusaha menolong korban. Warga dan petugas melarikan Sumijah ke RSUD Mardi Waluyo untuk mendapatkan perawatan intensif.
’’Sumijah sempat teriak keras dan orang-orang yang mendengar langsung menolong,” terang pria berkacamata itu.
Kecelakaan tersebut diduga terjadi lantaran Sumijah tidak memperhatikan bus yang melaju di belakangnya. Sopir bus juga tidak mengetahui bahwa korban sedang berjalan saat itu.
’’Saya lihat tadi, ibu (Sumijah) seperti jalannya sudah sempoyongan. Entah itu terjatuh duluan, baru ketabrak atau disenggol, saya tidak tahu pasti,” ujar Susilo.
Kepada koran ini, sopir bus Djoko mengatakan tidak mengetahui ada orang yang berjalan keluar terminal. Dia baru sadar setelah terjadi benturan tersebut. ’’Setelah itu, saya langsung berhenti,” jelas pria 64 tahun tersebut.
Kanitlaka Polres Blitar Iptu Liestyo Nugroho mengakui telah menerima laporan kecelakaan itu. Saat ini pihaknya memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kecelakaan tersebut. Termasuk sopir bus Djoko Mulyono.
’’Untuk sementara sopir kami amankan dan periksa secara intensif,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Nglegok itu. (sub/ziz/c7/diq)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
