
I HEART YOU: Eric Tjandra (kanan) dan Tressya Amelia menggunakan rangkaian bunga anturium berbentuk hati sebagai latar untuk berfoto Selasa (7/2) di Ciputra World Surabaya.
JawaPos – Daya tarik tanaman anturium adalah bentuk daunnya yang unik dan bervariasi. Keindahan daunnya membuat tanaman dari keluarga Araceae itu terlihat gagah sekaligus anggun. Meski urat dan tulang daunnya besar.
Keindahan tanaman yang dulu kerap dijadikan hiasan di taman kerajaan Jawa tersebut Selasa (7/2) terlihat di Atrium Ciputra World Surabaya (CWS). Menyambut bulan kasih sayang, sekitar tiga ribu tangkai anturium dirangkai Novita Kristanti sedemikian rupa hingga membentuk hati. Bentuk hatinya cukup besar karena tingginya saja 2,5 meter.
Novita yang akrab disapa Nobu itu menyatakan, dirinya juga suka dengan kelopak dan bentuk daunnya. ’’Bentuknya waru seperti bentuk hati. Love, love, gitu,’’ katanya. Ribuan tangkai tanaman tersebut didatangkan dari Trawas. Sebab, habitat tanaman dari genus yang memiliki jenis terbanyak (sekitar 1.000 jenis) itu berada di daerah yang bersuhu dingin.
Sebetulnya, lanjut perempuan 27 tahun tersebut, anturium juga menjadi simbol kasih sayang dan kejayaan. Dengan begitu, ia cocok digunakan sebagai ungkapan perasaan kepada seseorang. Saat wedding, anniversary, maupun tunangan. ’’Saya rasa cocok juga untuk perayaan Hari Valentine,’’ tutur Nobu. Aroma anturium juga tidak kalah semerbak dibandingkan dengan mawar.
Rangkaian bunga raksasa itu pun jadi sasaran foto para pengunjung mal tersebut. ’’Bisa tahan sampai dua minggu di ruangan dingin seperti ini,’’ jelas perempuan kelahiran Surabaya, 15 November 1989, tersebut. Selain rangkaian bunga raksasa, owner Voila Artistic Florist itu merangkai bunga dalam buket.
Sebuket berisi bunga dengan varian warna dan bentuk. Tema yang tengah banyak diminati adalah rustic. Warna-warna bunga mencolok. Rangkaian itu diambil dari berbagai macam bunga. Antara lain, mawar merah, lili, calandiva, baby spread, dan silver dust. Rangkaian bunga seperti itu lebih sesuai untuk momen perayaan dengan suasana ceria.
Beda lagi dengan tema pastel. Warna bunga yang dipilih lebih soft. Warna- warna tersebut sering digunakan dalam event sakral. Contohnya, pernikahan. ’’Bunga mawar putih yang melambangkan kesucian, misalnya,’’ paparnya.
Rangkaian bunga asli memang memiliki daya tarik tersendiri. Namun, tentunya juga butuh perawatan ekstra agar bunga selalu tampak segar. Nobu memberikan trik untuk menjaga bunga dalam rangkaian raksasa itu agar tetap segar. Sebelum dirangkai, dia memastikan bunga dalam keadaan segar. Hal tersebut dilihat dari warna dan aroma yang dikeluarkan. ’’Dari kebun, ganti air setiap dua hari sekali,’’ ucap alumnus Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya itu. Bunga juga diberi asupan makanan berupa floral food.
Kalau untuk buket, Nobu menambahkan kapas yang sudah dicelupkan ke dalam air dan floral food. Kapas tersebut diletakkan di bagian ujung batang supaya bunga tetap segar. (bri/c15/jan/sep/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
