Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 00.30 WIB

Penghasilan Minim, Konter Hp Jual Sabu, Nih Pelakunya

Dua pemuda diamankan karena kedapatan menjual narkoba jenis sabu di kios ponsel, tempatnya bekerja. - Image

Dua pemuda diamankan karena kedapatan menjual narkoba jenis sabu di kios ponsel, tempatnya bekerja.

JawaPos.com - Usaha konter hp milik orang tua rupanya tidak membuat Kaspul Anwar (22) berpuas diri. Dia pun memilih untuk mencoba peruntungan dengan menjalankan bisnis baru. Namun sayangnya bisnis yang dijalani justru mengantarkannya ke jeruji besi.


Bagaimana tidak, bisnis yang dilakoni Kaspul ternyata menjual sabu. Dalam bentuk poket kecil. Kaspul beserta rekannya Zamzami (19) menjajakan sabu di sebuah konter Hp Putra Cell Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Selili, Samarinda Ilir, Kaltim.


Sebanyak 18 poket sabu siap edar, sudah disiapkan keduanya jika mendapat pesanan, baik melalui sms maupun datang langsung ke konter tersebut. Harga per poket yang dijual pun bervariasi dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.


Minggu (5/1) merupakan hari sial bagi keduanya. Aparat kepolisian dari Polsekta kawasan Pelabuahn (KP) Samarinda, melakukan penggerebekan dan berhasil menemukan 18 poket sabu siap edar yang disembunyikan keduanya.


Dari pengakuan Kaspul, dirinya nekat menjual sabu lantaran hasil penjualan konter tidak seberapa, terlebih dirinya hanya menjalankan milik orang tuanya saja.”Saya tidak ingin bergantung kepada orang tua, makanya saya cari penghasilan saya sendiri,” ucap Kaspul dikutip dari Samarinda Pos (Jawa Pos Group), Rabu (8/1).


Dari hasil penjualan sabu, dirinya mendapat upah dari bandar sebesar Rp 500 ribu. ”Ini pun baru coba-coba dan pertama kali saya berjualan,” dalih Kaspul.


Sementara rekannya Zamzami mengaku terpaksa ikut menjual sabu karena tidak memiliki pekerjaan tetap.”Kerja serabutan dengan penghasilan tak tentu membuat saya terpaksa ikut jualan sabu.” katanya.


Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda Iptu Purwo Asmadi, mengatakan, keduanya di tangkap petugas berdasarkan infomormasi dari warga atas aktifitas mereka yang mencurigakan. ”Untuk menemukan barang bukti sabu, kita sempat mengalami kesulitan, karena saat dilakukan penggeledahan selama 1,5 jam sabu tersebut belum juga ditemukan,” ucap Purwo.


Berkat pendekatan persuasif yang dilakukan petugas kepada keduanya, akhirnya Kaspul mengaku dan menunjukkan dimana sabu tersebut disembunyikan. “Kaspul menyembunyikan 18 poket sabu di sela jahitan ujung handuk hijau yang tergantung di ruangan konter,” tambah Purwo.


Selain barang bukti sabu, dari hasil penggeledahan petugas juga menyita uang sebesar Rp 500 ribu hasil penjualan sabu. "Kami masih dalami lagi hasil tangkapan ini, termasuk bandar yang suplai sabu tersebut kepada mereka," pungkas Purwo. (kis/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore