Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 00.05 WIB

Gadis Cantik Digilir Empat Pemuda Kampung, Digarap di Kantin Sekolah

Tiga dari empat pelaku pemerkosaan gadis di bawah umur diamankan aparat Polsekta Palaran. - Image

Tiga dari empat pelaku pemerkosaan gadis di bawah umur diamankan aparat Polsekta Palaran.

JawaPos.com - Nasib pahit yang menimpa seorang gadis, sebut saja bernama Melati (16), warga Palaran akan terus membekas. Betapa tidak, Rabu 12 Oktober 2016 lalu sekitar pukul 21.00 Wita, Melati dipaksa melayani empat pemuda kampung sekaligus. Secara bergiliran SD (20), AL (20), NN (21), dan AR (21), menikmati kemolekan tubuh gadis cantik yang terpaksa putus sekolah tersebut.


Melati dikerjai di meja di sebuah bangunan kantin di areal SD, yang juga ada di kawasan Palaran, Samarinda, Kaltim. Setelah sempat berbulan-bulan kabur, akhirnya tiga orang perenggut kesucian Melati berhasil dibekuk anggota Polsekta Palaran, Minggu (5/2) hingga Senin (6/2) dini hari. Sementara seorang lagi masih kabur dan tengah dicari polisi. Pemuda yang ditangkap polisi adalah AL, NN dan AR.


"Seorang pelaku (SD, Red) masih proses pengejaran kami," tegas Kapolsekta Palaran Kompol Andrias Nurcahyo Wibowo dikutip dari Samarinda Pos (Jawa Pos Group), Rabu (8/2).


Informasi yang dihimpun, kejadian yang membuat Melati kehilangan kegadisannya itu berawal saat dia dihubungi SD, yang merupakan kenalannya. Saat itu SD mengabarkan via telepon kepada Melati bahwa dia habis kecelakaan.


Saat itu SD minta dijenguk. "Karena memang kenal dan merasa teman lagi kecelakaan, mau saja korban (Melati, Red) menjenguk pelaku," beber Kanit Reskrim Polsek Palaran Ipda Nody Ratak.


Tak sadar masuk perangkap, Melati pun datang ke kediaman SD, juga di kawasan Palaran. "Saat korban datang, ternyata pelaku baik-baik saja. Akal-akalannya saja mengalami kecelakaan. Setelah itu korban diajak menemui tiga pelaku lain (AL, NN dan AR, Red) di tongkrongan mereka, di sekitar lapangan futsal," terang Nody.


Setelah bertemu dan mengobrol, akhirnya Melati pamit hendak pulang. Namun kunci motornya diambil salah seorang pelaku. SD dan teman-temannya berjanji mengembalikan kunci motor asal Melati mau diajak ke bangunan sekolah, yang lokasinya tak jauh dari tempat tongkrongan mereka.


Jadilah Melati diajak ke bangunan kantin. Di sana SD yang pertama menggauli Melati. Setelah puas, giliran AL ambil bagian. Tak sampai di situ, usai AL maka datang NN yang menggagahi Melati.


Tak tanggung-tanggung, NN sempat dua kali "minta jatah" sebelum diakhiri AR. Setelah itu barulah Melati diperbolehkan pulang. "Usai kejadian itu korban bercerita ke pacarnya. Karena terbakar emosi pacar korban mencari para pelaku dan sempat terjadi keributan di sekitar TKP," kata Nody.


Dari situlah terbongkar ulah AL dan teman-temannya. Tahu kasusnya diadukan ke polisi, keempat pemuda kampung pun menghilang. "Akhirnya kami dapat menangkap pelaku berinisial AR di kawasan Sungai Keledang. Dari situ kami dapat petunjuk lokasi dua pelaku lain (NN dan AR, Red) yang bersembunyi di daerah Penajam," urai Nody. (rin/nha/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore