Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 23.29 WIB

Denny Christupel Tupamahu Pelajari Cara Ubah Image Negatif Satpol PP Surabaya

BERDEDIKASI: Denny mempersembahkan tesisnya untuk kualitas kerja satpol PP. - Image

BERDEDIKASI: Denny mempersembahkan tesisnya untuk kualitas kerja satpol PP.

Personel satpol PP sering dinilai negatif oleh masyarakat. Maklum, mereka identik dengan penggusuran. Tugas penuh dilema itu menginspirasi Denny untuk menanamkan empati melalui metode diskusi dilema moral.



OKKY PUTRI RAHAYU



PROFESI sebagai satuan polisi pamong praja (satpol PP) ternyata menimbulkan dilema. Sebagai penegak peraturan daerah (perda), petugas satpol PP sering berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu membuat satpol PP berada di antara sikap tegas, tapi tak boleh mengabaikan sisi humanis. Itulah yang melatarbelakangi Denny untuk menyusun tesis.


Selasa (7/2) Denny tampak lega setelah dinyatakan lulus dalam sidang tesis di kampus Untag. Itu adalah tesis keempat yang diselesaikannya. Khusus tesis tersebut ditujukan untuk melengkapi disertasinya yang hampir rampung. Yakni, mengenai ’’image building satpol PP’’. Denny memang menempuh studi S-2 di Untag sekaligus S-3 di Universitas Airlangga (Unair).


Denny menyadari satpol PP sering mendapat pandangan negatif dari masyarakat ketika menjalankan tugas. Apalagi jika harus dihadapkan pada tugas penertiban PKL. Tak jarang mereka bersikap tegas yang cenderung kasar demi tegaknya peraturan. ’’Masalahnya, mereka (petugas satpol PP, Red) tidak diajari cara menghadapi hal ini dengan lebih humanis,’’ ujarnya.


Denny kemudian melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan satpol PP dalam menghadapi situasi tersebut. Dia merumuskannya dalam diskusi dilema moral. Sekilas memang tak jauh berbeda dengan pelatihan soft skill biasa. Namun, metode tersebut lebih pada diskusi dua arah untuk mengubah mindset. Ke depan, tentu saja pada perubahan image di masyarakat. Selama ini Denny sudah sering melakukan model pendekatan tersebut. Namun, dia tak sadar hal itu adalah metode yang memang sudah berkembang di dunia psikologi.


Diskusi dilema moral secara sederhana digambarkan sebagai suatu metode pembinaan yang menempatkan pembina dan peserta diskusi secara setara. Mereka punya porsi sama besar untuk ambil bagian dalam diskusi model ’’curhat’’. Bisa dibilang, keluh kesah peserta inilah yang kemudian menjadi bahan diskusi.


Secara keseluruhan, ada beberapa poin penting yang dititikberatkan dalam diskusi tersebut. Di antaranya, konsep diri, komitmen, komunikasi, manajemen konflik, dan empati. Berangkat dari penanaman poin-poin itu, diharapkan ada perubahan dalam diri petugas satpol PP ketika menghadapi beragam tugas. Apalagi tugas yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat.


Untuk membuktikan berhasil tidaknya metode tersebut, Denny melakukan pengujian pada 30 petugas. Semua mendapat pembinaan diskusi dilema moral sebanyak dua kali. Meski seolah sederhana, pelaksanaan diskusinya cukup rumit. Petugas yang dijadikan percontohan tetap harus menjalankan tugas seperti biasa. Hal itu cukup menyulitkan Denny.


Setelah menuntaskan diskusi, hasilnya diukur. Ada pula 30 petugas lain yang tak mengikuti pembinaan, tapi juga diukur sebagai pembanding. Pengukuran melalui post test dengan metode Baron-Cohen Wheelwright.


Hasilnya, petugas yang mengikuti pembinaan ternyata memiliki poin lebih tinggi. Terutama dalam hal penalaran empati, reaksi emosi, dan kemampuan sosial. Tiga hal tersebut yang memang hendak ditanamkan Denny dalam diri petugas.


Dari nilai-nilai tersebut, satpol PP diharapkan mampu menyeimbangkan empati dan ketegasan dalam bertugas. Apalagi jika harus dihadapkan pada kondisi yang berbenturan dengan masyarakat. Denny mendedikasikan tesisnya tersebut demi pengembangan kualitas kerja satpol PP ke depan.



’’Konflik ini tidak hanya di Satpol PP Surabaya, tapi di semua tempat,” ujar Lurah Margorejo periode 2006–2008 tersebut. Sukses dengan tesisnya itu, Denny siap mengaplikasikannya lebih lanjut. Metode yang sudah berhasil ditelitinya itu akan dijadikan terobosan untuk membenahi image satpol PP. (*/c17/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore