
Titik-titik Rawan Kejahatan Jalanan
JawaPos – Aksi kejahatan jalanan dengan beragam modusnya masih mengintai warga metropolis. Percobaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi Selasa (7/2). TKP berlokasi di Jalan Cisadane, di depan sebuah kantor bank BUMN.
Korban bernama Lina. Dia tinggal di Apartemen Aryaduta. Ceritanya, saat itu Lina mengunjungi sebuah restoran. Setiba di sana, dia menggunakan layanan valet.
Berselang sejam, juru parkir hendak mengantarkan mobil. Namun, ketika itu kaca belakang kiri mobil Honda CR-V milik korban sudah pecah. Untung, tidak ada barang berharga yang hilang. ”Kebetulan isinya cuma pakaian,” ucap Panitreskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristianto.
Kasus pecah kaca yang kembali marak kini menjadi atensi kepolisian. Polisi sebenarnya sudah kerap meringkus para bandit jalanan. Sepanjang Januari lalu, misalnya, 29 pelaku ditangkap. Itu baru jumlah dari aksi curanmor saja. Korps seragam cokelat juga tidak segan menumpahkan timah panas ke kaki pelaku. Namun, kejahatan jalanan masih saja terjadi.
Kini ruang gerak para bandit di Kota Pahlawan dipastikan lebih sempit. Sebab, Satreskrim Polrestabes Surabaya menyiapkan delapan tim antibandit. Mereka akan menyisir setiap jengkal jalanan di metropolis yang rawan kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor).
Berdasar data Satreskrim Polrestabes Surabaya, ada 15 lokasi rawan yang mereka petakan. Lokasinya tersebar merata di beberapa titik. Ada tiga parameter yang dipakai untuk menganalisis lokasi rawan, yakni laporan yang masuk, kejadian, dan hasil ungkap polisi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, hasil ungkap memang perlu dimasukkan sebagai salah satu parameter. Dia memaparkan, jika ada pelaku yang ditangkap di daerah A, secara otomatis pihaknya akan memasukkan daerah A tersebut sebagai kawasan rawan. ”Logikanya, kalau pelaku ditangkap di sana, sangat mungkin tempat itu adalah wilayah operasinya,” jelas Shinto Selasa (7/2).
Polisi dengan dua melati di pundak tersebut menambahkan, saat ini satreskrim memang mencurahkan seluruh kekuatan untuk memberantas kejahatan jalanan. Perbandingannya adalah 80:20. Sebanyak 80 persen kekuatan reserse dikerahkan untuk melawan para bandit jalanan.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Berdasar data tahun lalu, kejahatan 3C menduduki peringkat pertama. Sebanyak 32,92 persen kejahatan di Surabaya terjadi di jalanan. ”Kami tidak bisa menghilangkan sepenuhnya. Target kami tahun ini meminimalkan menjadi 30 persen,” terang mantan Kasatreskrim Polresta Tangerang tersebut.
Karena itu, polisi kini punya tim antibandit yang siap memberantas begal. Tim tersebut bersifat permanen selama Shinto menjabat Sikatan 7 (sebutan Kasatreskrim).
Mereka akan mempelajari pola kejahatan yang selama ini terjadi. Menurut Shinto, para bandit jalanan itu sebenarnya tidak punya variasi modus. Artinya, cara yang mereka pakai selalu sama. Termasuk bagi residivis yang keluar masuk penjara.
Yang berkembang justru jumlah kelompoknya. Di penjara mereka bisa mendapat partner baru untuk melancarkan kejahatan sesudah bebas. ”Mereka juga belajar bagaimana caranya untuk bisa lolos dari pantauan kami,” ungkap polisi asal Medan tersebut. ”Misalnya, kawanan curanmor kini punya tim pantau untuk mengawasi ada atau tidaknya operasi di Jembatan Suramadu,” lanjut Shinto.
Siasat bandit tersebut sudah diantisipasi polisi. Selain mengawasi kawasan rawan, polisi akan memelototi titik-titik arah pelarian kendaraan bermotor. Termasuk mencari data-data siapa saja penadah yang biasa menerima barang curian. (did/bin/c9/fal/sep/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
