
MELAMBUNG: Darsinah, pedagang cabai di Pasar Porong Baru, sedang melayani pembeli.
JawaPos – Harga cabai rawit di beberapa pasar tradisional Kota Delta terus melambung. Hampir setiap hari kenaikannya mencapai Rp 10 ribu. Selasa (7/2) harga salah satu komoditas yang banyak dicari itu telah mencapai Rp 130 ribu–Rp 140 ribu per kilogram.
Harga tersebut merupakan rekor tertinggi selama ini. Yang menarik, harga itu mengalahkan harga daging sapi. Di pasaran, harga daging sapi kualitas baik saat ini ’’hanya’’ berkisar Rp 120 ribu per kilogram. Kondisi itu pun membuat para pedagang dan pembeli hanya bisa mengelus dada.
Berdasar pantauan Jawa Pos di Pasar Larangan, Kecamatan Sidoarjo Kota, harga cabai rawit menembus Rp 120 ribu per kilogram. Cabainya pun sudah oplosan. Maksudnya, kondisi cabai tidak 100 persen bagus. Untuk cabai rawit petikan dengan kualitas bagus, harganya bisa mencapai Rp 130–140 ribu per kilogram.
’’Cabai yang kami dapat ya seperti ini dari pemasok. Wes enggak iso milih,” kata Nurhayati, seorang pedagang di Pasar Larangan, Selasa itu.
Perempuan 35 tahun itu mengungkapkan, sejak awal tahun baru hingga sekarang, harga cabai rawit nyaris tidak terkontrol. Setiap hari harga cabai rata-rata naik Rp 10 ribu per kilogram. ’’Sekarang harga daging saja stabil Rp 100 ribu, sementara harga cabai rawit sudah Rp 120–140 ribu per kilogram,” ujarnya.
Dia mendengar bahwa salah satu penyebab melambungnya harga itu adalah stok cabai rawit yang kian sulit didapat. Musim hujan membuat stok cabai tersendat-sendat. ’’Ini ngalah-ngalahi kenaikan harga cabai rawit saat Lebaran. Belum pernah kejadian seperti sekarang,” ungkapnya.
Nurhayati mengatakan, kondisi itu membuat dirinya kelimpungan. Biasanya dia bisa menjual lebih dari 35 kilogram cabai rawit per hari. Kini penjualannya turun drastis. Dalam sehari hanya 10 kilogram. ’’Gimana mau ambil banyak? Wong stoknya enggak ada. Harganya juga mahal. Sepuluh kilogram saja bisa sampai Rp 1,2 juta,” tuturnya.
Kondisi tersebut juga memukul para pembeli atau konsumen. Khususnya pengusaha katering makanan. Salah seorang adalah Sumiarti, warga Kelurahan Sidokare. Perempuan 52 tahun itu mengeluh lantaran harga cabai sangat mahal. Padahal, kebutuhan cabai rawit hampir setiap hari sangat banyak. ’’Lha, kalau katering seperti saya ini ya mau tidak mau harus bayar mahal. Saya juga tidak berani mengurangi cabai, takut pelanggan protes. Lebih baik untungnya sedikit,” ungkapnya saat membeli cabai di Pasar Larangan.
Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, setiap hari pihaknya selalu menurunkan tim ke lapangan untuk memantau harga pasar. Termasuk cabai rawit yang terus mengalami kenaikan harga. ’’Harga cabai rawit di Sidoarjo saat ini memang paling mahal daripada sebelumnya,” tuturnya.
Berdasar data dari Dinas Perdagangan Sidoarjo per Selasa (7/2), harga cabai rawit rata-rata mencapai Rp 126.700 per kilogram. Cabai keriting Rp 53.350 per kilogram dan cabai biasa Rp 36.700 per kilogram. Data tersebut diambil dari rata-rata harga di Pasar Larangan dan Krian. ’’Setiap hari memang ada kenaikan,” ujarnya.
Fenny menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Jatim untuk membahas kenaikan harga cabai rawit. Informasinya, beberapa kabupaten penghasil cabai di Jatim panen raya pada Februari hingga Mei. Yakni, Kabupaten Kediri dan Malang. Hasil panennya 25 ribu ton hingga 31 ribu ton cabai.
’’Saya sudah bertanya kepada dinas pertanian, infonya saat ini masih belum ada panen. Tetapi, dalam waktu dekat ada yang panen raya,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut dia, Dinas Perdagangan Sidoarjo dan Dinas Perdagangan Jatim bersama Bulog sedang berusaha membeli hasil panen tersebut untuk digunakan dalam operasi pasar di Sidoarjo. ’’Sementara ini yang bisa kami lakukan berkoordinasi dengan provinsi. Kami meminta diadakan operasi pasar di Sidoarjo,” tandasnya.
Sementara itu, harga cabai rawit di Pasar Porong Baru juga melonjak. Yakni, berkisar Rp 130 ribu–Rp 135 ribu. Cabai rawit yang paling dicari adalah jenis tidar. Dibandingkan jenis lain seperti dewata dan cakra, cabai rawit tidar memang paling pedas sekaligus sedap. ’’Berapa pun harganya juga dibeli. Karena memang butuh,’’ ujar Darsihan, salah seorang pedagang di Pasar Porong Baru.
Darsinah hanya menjual cabai merah besar dan cabai rawit. Dia menyebut harga cabai rawit yang terus melambung itu disebabkan cuaca buruk. Banyak petani cabai yang gagal panen. ’’Biasanya dari Banyuwangi bagus, ini jelek-jelek kualitasnya,’’ kata Darsinah.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
