
Polisi melakukan olah TKP di Kantor FPI Pasar Rebo, Jakarta Selatan yang dilempar bom molotov beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Setelah mengalami pelemparan bom molotov di kantor Cabang Cimanggis, Depok dan Pasar Rebo, Jakarta Selatan, kini giliran markas Front Pembela Islam (FPI) di Kembangan Jakarta Barat yang mengalami hal serupa.
Sejken DPP FPI Habib Novel Bamukmin menyebut, kejadian ini diperkirakan berlangsung pada pukul 02.15 WIB di kediaman Ustaz Wawan, Sekretaris DPW FPI Jakarta Barat. "Itu di rumah anggota, tapi sebagai posko sering berkumpul di sana," kata Habib Novel saat dihubungi, Rabu (8/2).
Dia menerangkan, ketika itu sejumlah penghuni sedang menonton televisi. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dan terbakar di bagian atap. Kemudian pemilik rumah, Wawan Gunawan dan para penghuni lainnya langsung berusaha memadamkan api. Setelah 15 menit, api berhasil dijinakkan.
Menurut Habib Novel, belakangan memang serangan terhadap FPI semakin nyata. Dia menduga serangan itu karena FPI sangat terdepan dalam melawan dan memerangi komunis.
Bila sebelumnya yang diserang adalah markas FPI, kini kata dia yang diserang adalah kediaman dari ustaz yang memang mendukung FPI. "Ini majelis taklim, ustaz nih, dilempar cuma gara-gara ustaz ini simpati dengan perjuangan FPI malah dilemparin gitu," terang dia.
Dia juga berkata bahwa aksi serangan ini kental kaitan dengan pilkada dan penistaan agama yang menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa.
"Pilkada sama kasus Ahok kan satu bagian gitu. Kalau pilkada ini enggak ada penistaan agama ceritanya lain gitu. Kan karena ini kita konsentrasi ada penistaan agama kemudian ada tanda ideologi komunis akan bangkit kan kita melihat daripada itu. Dari itu kita melihat ada teror," terang dia.
Serangan ini bagi dia dan FPI sangatlah dahsyat. Karena memang dilihat dari risiko perjuangan melawan fitnah dan teror yang volumenya sangatlah besar.
Ke depannya, ucap Novel, anggota FPI mesti lebih waspada dan di kediaman para ulama dan habib bakal dijaga lebih ketat. "Sudah difungsikan setiap anggota FPI memang untuk mengawal kiai dan ustaz gitu. Memang tugas kita," sambung dia.
Namun yang pasti kata dia, FPI tetap menahan diri agar tidak terprovokasi. "Alhamdulillah kita tahan diri kita kondusif kita menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Justru kita percaya dengan kepolisian bisa menegakkan ini semua bisa mengatasi ini semua," tukas dia. (elf/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
